Bentuk Dukungan Konkret, Pemkot Cimahi Berpeluang Berikan Dana Abadi untuk Koperasi Merah Putih 

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyebut Pemkot Cimahi tak menutup kemungkinan bakal memberikan dukungan berupa dana abadi untuk Koperasi Merah Putih yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Cimahi.

Bentuk Dukungan Konkret, Pemkot Cimahi Berpeluang Berikan Dana Abadi untuk Koperasi Merah Putih 
Wali Kota Cimahi Ngatiyana

INILAHKORAN, Cimahi – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyebut Pemkot Cimahi tak menutup kemungkinan bakal memberikan dukungan berupa dana abadi untuk koperasi merah putih yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Cimahi.

Pasalnya, pembentukan koperasi merah putih bukan sekadar agenda simbolis, melainkan merupakan bagian dari strategi besar nasional yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Koperasi.

"Koperasi ini harus menjadi instrumen utama dalam memperkuat pondasi ekonomi rakyat, terutama dari level terbawah, yaitu desa dan kelurahan," kata Ngatiyana, Rabu 27 Agustus 2025.

Menurutnya, koperasi merah putih dirancang sebagai wadah usaha kolektif masyarakat yang berlandaskan pada potensi lokal.

"koperasi merah putih dirancang untuk mengelola tujuh unit usaha, termasuk apotek, layanan klinik, simpan pinjam, distribusi sembako, pergudangan, layanan logistik, dan kantor koperasi," tuturnya.

Selama ini, ungkap Ngatiyana, koperasi dikenal sebagai lembaga simpan pinjam. Namun, dirinya berharap pengurus tidak terpaku pada satu jenis usaha saja. 

"Gali potensi masyarakat dan kembangkan unit usaha lainnya,” katanya.

Ngatiyana tak memungkiri bahwa hingga saat ini koperasi belum mendapat suntikan dana dari pusat maupun lembaga lainnya, namun dirinya menekankan bahwa koperasi tetap harus berjalan. 

Pasalnya, dirinya membuka peluang untuk menganggarkan dana abadi dari APBD Kota Cimahi sebagai bentuk dukungan konkret.

“Kalau dari pusat belum ada, mungkin Pemkot Cimahi bisa alokasikan dana abadi. Misalnya, Rp100 juta atau Rp50 juta per kelurahan," sebutnya. 

"Kalau ada 15 kelurahan, berarti sekitar Rp1,5 miliar. Tapi tentu harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Industri (Disdagkoperind) Kota Cimahi, Hella Haerani menambahkan, pada pertengahan Oktober 2025 pihaknya bakal menyampaikan laporan perkembangan koperasi merah putih kepada Presiden Prabowo Subianto.

Kendati koperasi belum memiliki modal awal, semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor akan menjadi modal utama dalam mengembangkan koperasi.

“Dengan niat dan keikhlasan, sedikit demi sedikit koperasi ini akan berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Hella. *** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti