Pendidikan Karakter, Modal Besar Berkarya di Jepang
Karya Anak Bangsa (KAB) berkolaborasi dengan Sentra Global Edukasi (SGE) Indonesia kembali menggelar road show seminar dan talk show di sekolah kejuruan se-Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Tasikmalaya - Karya Anak Bangsa (KAB) berkolaborasi dengan Sentra Global Edukasi (SGE) Indonesia kembali menggelar road show seminar dan talk show di sekolah kejuruan se-Jawa Barat.
Kali ini, SMK Negeri 2 Tasikmalaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan seminar Belajar, Bekerja, dan Berkarya. Tak hanya para siswa SMK Negeri 2 Tasikmalaya, beberapa SMA dan SMK se-Kota Tasikmalaya juga turut hadir memadati Aula 1 SMK Negeri 2 Tasikmalaya, Rabu (8/1/2020).
Berbeda dengan sebelumnya, antusias para siswa SMK dalam mengikuti seminar sangat besar. Hal itu terlihat dari keaktifan para siswa yang interaktif dalam tiap sesi acara. Acara ini sukses terselenggara berkat dukungan dan kolaborasi Sompo Insurence, SGE Indonesia, dan Karya Anak Bangsa.
Sejumlah narasumber yang berkompeten langsung didatangkan dari Jepang, antara lain Mr Okamura Yasushi dari Okayama Institute of Language, Mr Koziyama (Capla), CEO SGE Indonesia Rudi Subianto, Chief Marketing Officer Sompo Insurance Ratna Indrayani, Pegiat Pendidikan Dadan Supardan, dan Direktur SGE Rizka Sungkar.
Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Tasikmalaya, H Wawan menuturkan, ini luar biasa kesempatan yang dimiliki SMKN 2, kegiatan semacam ini mampu memberikan perluasan wawasan terhadap anak didik SMK dan SMA di Tasikmalaya.
"Hasilnya bisa dilihat dari anak- anak kami yang berada di wilayah KCD 12. Seminar ini menjadi motivasi tinggi sekaligus harapan ke depan terutama dalam meningkatkan pengetahuan," tuturnya usai Seminar Jepang.
Wawan menjelaskan fondasi yang ditanamkan mulai dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang tadi dipaparkan pihak Okayama yang di fasilitasi Karya Anak Bangsa dan SGE Indonesia ini menjadi harapan besar untuk mengikuti kegiatan selanjutnya.
"Kami menekankan tentang karakter atau sikap, karakter yang ditekankan terutama di dunia pendidikan menjadi satu contoh, dan menjadi kebiasaan sehingga menjadi suatu kebutuhan," jelasnya.
Di samping itu, lanjut Wawan, mengingat tentang karakter atau budaya yang dibangun oleh pihak Jepang, sekolah menanamkan agar siswa mampu berkomunikasi yaitu penguasaan bahasa Jepang.
"Nah di SMKN 2 kami punya program khusus mengenai pemanfaatan bahasa sampai level N4, selain di dalam kelas, kami pun ada program di luar kelas yang diikuti oleh para siswa berpotensi melalui tahapan mulai dari psikotes, tes kesehatan. Kemudian, anak-anak dilibatkan ke program Jepang penguasaan bahasa hingga level N4," ujarnya.
Wawan mengaku, program ini merupakan prototipe, maka sekolah-sekolah negeri maupun swasta yang berada di sekitar diikutsertakan, target awal 200 orang ternyata lebih. "Ini salah satu bukti keterbukaan kami. Kami ingin memberikan gambaran pada masyarakat agar bisa maju bersama. Kami tidak nyaman kalau yang maju hanya di SMK saja," ujarnya.
Wawan mengungkapkan, pengelolaan SMK sudah oleh provinsi, namun pihaknya ingin Pemerintah Tasik juga bisa ikut terlibat. Pasalnya, ketika motivasi anak tinggi mereka terkendala dengan kondisi finansial, hal itu berdampak pada mental anak-anak.
"Harapan kami pemda ada perhatian, minimal pada masyarakat sekitar. Semoga melalui kolaborasi antara sekolah, SGE, dan media, pesan kami bisa tersampaikan," ungkapnya.
Sementara itu, Mr Okamura Yasushi dan Mr Koziyama mengira, peserta yang hadir adalah kepala sekolah, namun ternyata siswa pun turut dilibatkan dalam seminar ini. "Saya melihat antusiasme peserta sangat besar, bahkan saya mendapat banyak pertanyaan dari mereka. Jadi, semangat mereka sangat terasa," ujarnya.
Okamura menambahkan, siswa SMK punya potensi besar untuk belajar, bekerja, bahkan berkarya di Jepang. Di Okayama of Institute Language ada dari Cina, Vietnam, tapi sensei dan staf yang ada di sana paling terkenal dari Indonesia.
"Orang-orang Indonesia di sana (Jepang) punya etika yang baik, ramah, dan selalu senyum, itu salah satu yang membuat kami tertarik dengan anak-anak Indonesia," tandasnya. (agus sn)
Editor : suroprapanca

