Penemuan Dua Kerangka di Depok Disebut Mirip Kasus Kematian Sekeluarga di Kalideres
Polisi menyebut bahwa penemuan dua kerangka di Depok mirip dengan kematian sekeluarga di Kalideres.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini publik kembali dihebohkan dengan penemuan dua kerangka di perumahan Cinere, Depok pada Kamis 7 September 2023.
Penemuan dua kerangka yang merupakan ibu dan anak di Depok ini mengingatkan pada kasus kematian sekeluarga di Kalideres, Jakarta Barat beberapa waktu lalu.
Polisi menyebut bahwa penemuan dua kerangka di Depok mirip dengan kasus ditemukannya satu keluarga di Kalideres yang sudah mengering itu.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi menyampaikan ada pola yang sama dalam dua kasus kematian ini.
"Bahwa (kasus Depok) ini sangat mirip dengan jejak kejadian yang ada di Kalideres. Polanya juga kita sama, ditemukan jenazahnya juga sudah rusak," ujar Hengki.
Lebih lanjut Hengki menyampaikan, dalam penyelidikan pihaknya nanti akan berkolaborasi dengan berbagai pihak dengan mengedepankan scientific crime investigation.
"Kolaborasi interprofesi dari tim penyidik dan penyelidik Polda Metro Jaya, kemudian dari kedokteran forensik. Kita juga menggandeng dari tim Forensik RSCM UI. Kemudian kita datangkan tim dari laboratorium forensik, khususnya dari bidang kimia biologi forensik," tuturnya.
"Kemudian kita datangkan juga dari tim INAFIS. kita bersama-sama menganalisa, menyelidiki secara induktif TKP tentang kira-kira apa yang terjadi di TKP tersebut, dengan ditemukannya 2 mayat ini yang diduga ibu dan anak," imbuhnya.
Seperti diketahui, kasus kematian satu keluarga yang ditemukan tinggal kerangka ini menggegerkan publik pada Desember 2022 lalu.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, kasus kematian dari keluarga di Kalideres merupakan kematian yang wajar.
Meski kematian dari seluruh keluarga disebut kematian yang wajar, namun seluruh jenazah saat ditemukan dalam kondisi tidak wajar.
“kematian wajar namun dalam kondisi tidak wajar,” ujar Hengki.
Editor : Firda Rachmawati


