Pengabdian kepada Masyarakat, Unikom Terapkan Aplikasi Aggregator Forum Ilmiah di LLDIKTI IV
Unikom membuat penerapan aplikasi aggregator forum ilmiah yang akan diterapkan di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) IV.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilaksanakan oleh sivitas akademika, khususnya bagi para dosen. Salah satunya Universitas Komputer Indonesia (Unikom).
Unikom membuat penerapan aplikasi aggregator forum ilmiah yang akan diterapkan di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) IV.
Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat Unikom Umi Narimawati mengungkapkan, pada masa saat ini, adanya pandemi Covid-19 telah membawa perubahan besar khususnya dalam dunia pendidikan tinggi.
Baca Juga: Unikom Kembali Memenangkan Hibah PPMUPT dari Kemenristek Dikti
Dimana kegiatan belajar mengajar dan forum-forum ilmiah semua dilaksanakan secara online. Akhirnya, memunculkan fenomena baru yaitu melimpahnya forum ilmiah berupa webinar dengan pembicara para pakar dari dalam maupun luar negeri, dan informasi webnar tersebut tersebar melalui grup chat/media social hampir setiap minggu bahkan setiap hari.
Fenomena tersebut, sangat positif, karena sangat bermanfaat memudahkan civitas akademika khususnya dosen untuk meningkatkan pengetahuannya maupun menunjang karirnya.
"Akan tetapi, data dan informasi forum-forum ilmiah ini masih bersifat parsial, sehingga ada beberapa permasalahan antara lain sulitnya mencari informasi forum ilmiah yang dibutuhkan, karena informasi forum ilmiah tersebar pada grup chat/media social yang mudah hilang/terhalangi informasi lain," papar Umi Narimawati, Rabu 29 Desember 2021.
Baca Juga: Pergi ke Kampung, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unikom Belajar Mengabdi untuk Negeri
Masalah berikutnya, kata Umi Narimawati adalah, penyelenggara kesulitan dalam mensosialisasikan kegiatan forum ilmiah, karena penyebaran informasi melalui grup media social mudah hilang, sehingga harus menyebarkan berulang-ulang.
Sementara untuk masalah terakhir adalah, knowledge yang berupa video rekaman dan file materi forum ilmiah sebagian di cloud dan sebagian tersebar di masing-masing penyelenggara, sehingga sulit diakses kembali dan akhirnya transfer knowledge hanya terbatas bagi peserta atau yang mendapatkan link rekamannya.
"Padahal jika hal itu dkelola dengan baik, maka informasi forum ilmiah dan knowledge para pakar dari forum ilmiah di seluruh perguruan tinggi dapat disebarkan lebih luas, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi dunia pendidikan," imbuhnya.
Baca Juga: Unikom Gelar Diskusi Interaktif Terkait Mengatasi Jenuh Akademik di Masa Pandemik” Secara Daring
Dia menyampaikan, harapan akan terbentuknya forum ilmiah program MBKM, terutama 8 skema yang ada saat ini baik magang, studi independent, penelitian, proyek kemanusiaan, kegiatan kewirausahaan, pertukaran mahasiswa, kampus mengajar dan membangun desa.
"Tujuan aplikasi ini dibuat adalah, untuk mengetahui informasi jadwal forum ilmiah, memudahkan civitas akademika dalam menyimak video forum ilmiah yang juga didukung oleh materi-materi forum ilmiah," pungkasnya. *** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran

