Pengadaan 25 Insinerator Kota Bandung Masih Ditinjau, Fokus pada Pilihan Teknologi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto menegaskan, fokus pemerintah saat ini adalah menjaga fleksibilitas dalam pemilihan teknologi pengelolaan sampah sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto menegaskan, fokus pemerintah saat ini adalah menjaga fleksibilitas dalam pemilihan teknologi pengelolaan sampah sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih meninjau pengadaan 25 Insinerator, yang semula direncanakan pada 2026.
“Yang disebutkan bukan Insinerator. Melainkan teknologi termal termasuk pirolisis. teknologi pirolisis tidak menimbulkan masalah. Jika perlu beralih ke RDF, masih ada waktu untuk menyesuaikan,” kata Darto, Selasa 20 Januari 2026.
Menurut ia, pemerintah kota tidak terjebak pada rincian anggaran atau kode belanja melainkan menekankan penelitian dan pengembangan teknologi yang disarankan perguruan tinggi.
Langkah itu, diharapkan dapat mencegah kendala serius dalam pemilihan teknologi dan memastikan pengelolaan sampah berjalan efisien dan ramah lingkungan.
Darto menambahkan, teknologi termal memberi Kota Bandung ruang untuk menyesuaikan strategi pengelolaan sampah sesuai perkembangan teknologi dan regulasi nasional.
“Secara teknis, masih memungkinkan untuk mengambil langkah agar tidak terjadi kendala serius dalam pemilihan teknologi,” ucapnya.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan ia dapat memadukan kepatuhan terhadap arahan kementerian inovasi teknologi dan efektivitas pengelolaan sampah dalam jangka panjang.
"Bahwa keputusan akhir mengenai jenis teknologi yang akan digunakan, akan didasarkan pada kajian ilmiah dan pertimbangan teknis yang matang," ujar dia.***
Editor : JakaPermana


