Pengelola Wisata Wajib Sediakan Wastafel dan Sabun Antiseptik Untuk Pengunjung

Wabah virus corona, sampai saat ini masih menjadi perhatian serius sejumlah Negara, tak terkecuali Indonesia. Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika pun mengantisipasi hal tersebut. Kendati, hingga kini pihaknya memastikan belum ada laporan warga di wilayahnya yang terjangkit atau positif terpapar Covid-19 itu.

Pengelola Wisata Wajib Sediakan Wastafel dan Sabun Antiseptik Untuk Pengunjung
ilustrasi

INILAH, Purwakarta – Wabah virus corona, sampai saat ini masih menjadi perhatian serius sejumlah Negara, tak terkecuali Indonesia. Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika pun mengantisipasi hal tersebut. Kendati, hingga kini pihaknya memastikan belum ada laporan warga di wilayahnya yang terjangkit atau positif terpapar Covid-19 itu.

 

“Kami mengajak masyarakat supaya lebih antisipasi. Salah satu caranya, dengan meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat,” ujar Anne kepada INILAH, Sabtu (14/3/2020).

 

Selain itu, Ambu Anne juga berpesan kepada seluruh pengelola tempat wisata untuk lebih memperhatikan fasilitas kebersihan bagi pengunjungnya. Caranya, dengan menyiapkan tempat khusus cuci tangan berikut sabun antiseptiknya.

 

“Kami, akan segera membuat edaran yang berisi imbauan untuk para pengelola wisata ini supaya menyediakan tempat untuk cuci tangan. Jadi, sebelum masuk ke lokasi wisata, pengunjung wajib cuci tangan terlebih dahulu,” jelas dia.

 

Jadi, kata Anne, bagaimana pun juga pengelola wajib menjamin kenyamanan dan keselamatan pengunjungnya. Dari sisi keamanan pun tak kalah penting. Jadi, pengelola wisata wajib menyiapkan perangkat keselamatan. Misalnya, menyiapkan petugas medis, lifeguard, medical tool, dan fasilitas penunjang lainnya.

 

“Selain itu, pengelola wisata pun wajib memerhatikan aspek kebersihan lokasi,” tambah dia.

 

Terkait antisipasi lain dari wabah corona, Anne juga menyarankan supaya masyarakat menghindari kontak langsung dengan pasien-pasien yang terindikasi. Misalnya, yang mengalami demam tinggi dan sesak napas berat.

 

“Hindari juga kontak langsung dengan warga yang memiliki riwayat bepergian atau pulang dari luar negeri yang negaranya terindikasi infeksi corona,” saran dia jelas dia.

 

Anne juga berpesan, kepada masyarakat yang mengalami gejala batuk dan sesak nafas berat, untuk menjaga etika saat batuk atau bersin. Yakni, dengan menutupnya memakai sapu tangan. Selain itu, warga dengan kondisi tersebut harus menggunakan masker.

 

“Yang tak kalah penting, jaga kesehatan tubuh dengan makanan bergizi seimbang, olahraga dan tidur yang cukup,” pungkasnya. (Asep Mulyana)


Editor : JakaPermana