Pengprov Pordasi Jabar Guyur Uang Kadeudeuh untuk Tim Berkuda Jabar yang Tampil di PON XXI 2024

Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia Pengprov Pordasi Jabar guyur uang kadeudeuh untuk tim berkuda Jabar yang tampil di PON XXI 2024.

Pengprov Pordasi Jabar Guyur Uang Kadeudeuh untuk Tim Berkuda Jabar yang Tampil di PON XXI 2024
Ketua Umum Pengprov Pordasi Jabar Ono Surono mengatakan pemberian uang kadeudeuh dilakukan sebagai bentuk apresiasi karena tim berkuda Jabar ini sudah berjuang di PON XXI 2024 yang dilangsungkan di Aceh. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia Pengprov Pordasi Jabar guyur uang kadeudeuh untuk tim berkuda Jabar yang tampil di PON XXI 2024.

Ketua Umum Pengprov Pordasi Jabar Ono Surono mengatakan pemberian uang kadeudeuh dilakukan sebagai bentuk apresiasi karena tim berkuda Jabar ini sudah berjuang di PON XXI 2024 yang dilangsungkan di Aceh. 

“Totalnya Rp48 juta yang diberikan untuk atlet, pelatih, dokter, groom, manajer, pokoknya semua yang terlibat di PON kemarin kita berikan kadeudeuh walaupun kalau dibagikan nilainya tidak seberapa,” kata Ono Surono dalam acara syukuran Jabar hattrick dan pemberian kadeudeuh untuk kontingen cabor berkuda Jabar PON XXI 2024, Selasa 1 Oktober 2024 malam.

Di PON XXI 2024 sendiri, lanjutnya, berkuda Jabar berhasil menyabet 3 medali emas, 7 perak dan 3 perunggu. Meski tidak mencapai target, ia memaklumi lantaran terdapat beberapa faktor hingga akhirnya para atletnya mengalami kendala untuk menjadi yang terbaik.

“Tapi tentunya ini merupakan sebuah prestasi bagi Pordasi Jawa Barat karena bisa berkontribusi kepada Jawa Barat yang pada akhirnya Jawa Barat hattrick juara di PON XXI 2024 ini. Tentunya hasil ini juga merupakan evaluasi bagi Pordasi Jawa Barat untuk menghadapi PON berikutnya ataupun kejuaraan-kejuaraan lainnya di tingkat nasional maupun tingkat daerah,” tuturnya.

Ono Surono mengaku sudah memiliki catatan yang harus dilakukan terutama bagi atletnya termasuk dengan kudanya. Sebab bukan tidak mungkin para atletnya ini akan diambil daerah lain jika pembinaan tidak berjalan dengan baik.

“Setelah melihat kondisi ini kita mulai inventarisasi dengan potensi-potensi atlet maupun kuda di seluruh Jawa Barat. Jadi yang baik kita akan pertahankan supaya tidak diambil oleh daerah lain, dan pembinaan atlet pun yang sangat penting makanya ada beberapa cabang PON yang sekarang ini belum dipertandingkan seperti horseback archery, Jawa Barat mempunyai potensi yang besar sehingga mudah-mudahan horseback archery ini jadi cabang yang di PON yang akan datang bisa juga mempunyai potensi emas yang besar,” katanya.

Sementara itu, Yena Iskandar Masoem selaku Bendahara Pengprov Pordasi Jabar memastikan tidak mudah menangani tim berkuda Jabar ini. Setidaknya harus siap dalam 1x24 jam.

“Saya bilang ya Ini juga kan bukti bahwa kita support ya, masing-masing kan punya tugas, tugasnya seperti apa yang sama-sama lah kita jadi saling bantu,” kata Yena.

Yena yang merupakan calon wakil wali Kota Bandung ini pun memastikan akan terus berupaya memajukan cabang olahraga berkuda Jawa Barat. 

“Apa yang menjadi kepentingan masyarakat juga kita akan mempersiapkan untuk Pekan Olahraga Provinsi untuk babak kualifikasi setelah PON ini kita akan upayakan evaluasi untuk kegiatan,” tambah Yena.


Editor : Doni Ramdhani