Penutupan Usaha Tambang Cigudeg Rumpin Berdampak Negatif pada Proyek Pembangunan Jalan Bomang
Penutupan operasional usaha tambang di Cigudeg Rumpin berdampak kurang baik pada proyek pembangunan Jalan Bomang (Bojonggede-Kemang).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Penutupan operasional usaha tambang di Cigudeg Rumpin berdampak kurang baik pada proyek pembangunan Jalan Bomang (Bojonggede-Kemang).
Proyek insfrastruktur di Kecamatan Tajur Halang dengan nilai Rp31,5 miliar yang dikerjakan PT Trimanunggal Karya itu terganggu karena material batu dan beton harus didatangkan dari luar Kabupaten Bogor.
Lantaran khawatir, Kepala Dinas Pekerjaam Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor Suryanto Putra meninjau ke lokasi untuk mengetahui sulitnya mendapatkan bahan baku bangunan bisa mempengaruhi tenggat target pekerjaan.
"Sulitnya bahan baku bangunan akibat dampak ditutupnya operasional quary tambang di Cigudeg Rumpin, ternyata menjadi kendala penyedia jasa di lapangan," ujar Suryanto Putra kepada wartawan, Kamis, 30 Oktober 2025.
Suryanto Putra berharap kendala pengadaan bahan baku bangunan bisa ada solusinya, hingga proyek strategis daerah tersebut tidak molor atau loncat le awal Tahun 2026.
"Semoga semuanya lancar, proyek pembangunan Jalan Bomang pun bisa tepat waktu," harapnya.
Ia menjelaskan, dengan anggaran sebesar Rp31,5 miliar, maka jalan di jalur lambat Jalan Bomang tersebut akan terbangun hingga 4 kiloometer.
Project Manager PT Trimanunggal Karya Acep Wawan menjelaskan, walaupun ada kendala bahan baku bangunan, progres pembangunan Jalan Bomang masih sesuai rencana kerja.
Ia pun berharap, penutupan sementara usaha tambang atau quary di Cigudeg Rumpin bisa segera dibuka kembali.
"Kami sangat kesulitan dan tidak berdaya, jika saat ini progres pekerjaan masih positif (31 persen), namun kedepan belum tentu proyek Jalan Bomang bisa tepat waktu karena proyek ini juga bergantung kepada ketersediaan bahan baku material. Kami harap, quary di Cigudeg Rumpin dibuka operasionalnya," harap Acep Wawan.
Editor : Doni Ramdhani

