Kompensasi Penutupan Usaha Tambang di Kabupaten Bogor Masuki Tahap Akhir, Pemprov Jabar Siapkan Rp27 Miliar
Pemprov Jabar mempercepat penyelesaian kompensasi bagi warga terdampak penutupan sementara aktivitas usaha tambang di Kabupaten Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar mempercepat penyelesaian kompensasi bagi warga terdampak penutupan sementara aktivitas usaha tambang di Kabupaten Bogor.
Usai menuntaskan pencairan kompensasi tahap ketiga penutupan usaha tambang di Kabupaten Bogor, Pemprov Jabar kini bersiap menggelontorkan anggaran sekitar Rp27 miliar untuk menyelesaikan tahap keempat.
Sebanyak 6.010 warga terdampak penutupan usaha tambang di Kecamatan Cigudeg dan Rumpin telah menerima kompensasi bulan pertama sebesar Rp3 juta per kepala keluarga (KK) pada pekan ini.
Bantuan Pemprov Jabar tersebut merupakan bagian dari skema kompensasi atas penghentian sementara operasional usaha tambang di Kabupaten Bogor yang selama ini menjadi sumber penghidupan sebagian warga.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat Ade Afriandi mengatakan, pencairan tahap ketiga berjalan lancar dan kini fokus beralih ke tahap berikutnya yang mencakup 9.077 KK.
“Kemarin yang tahap ketiga sudah berjalan lancar. Selanjutnya kita yang tahap empat. Proses verifikasinya telah selesai dan tinggal menunggu SK (surat keputusan) Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) untuk pencairannya. Satu KK-nya Rp3 juta, jadi sekitar Rp27 miliar,” kata Ade saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Minggu 25 Januari 2026.
Menurut Ade, apabila tidak ada kendala administratif, pencairan tahap keempat ditargetkan berlangsung akhir Januari hingga awal Februari 2026.
“Jadi kita lihat, kami setiap minggu terus memantau. Paling (lama) awal Februari,” ucapnya.
Terkait kemungkinan penambahan penerima kompensasi dari wilayah lain, Ade mengakui adanya usulan nama baru, terutama dari warga yang mengklaim terdampak karena wilayahnya dilintasi aktivitas angkutan tambang.
Namun demikian, Pemprov Jabar saat ini memilih untuk memfokuskan penyelesaian data yang telah terverifikasi, sebelum membuka pembahasan usulan tambahan tersebut.
“Ada yang mengusulkan lagi, karena wilayahnya dilalui angkutan tambang. Hanya kita belum proses, kita fokus menyelesaikan yang 9 ribuan itu,” katanya.
Hal serupa juga berlaku untuk rencana pencairan kompensasi bulan kedua. Hingga kini, DPMD Jabar masih menunggu arahan resmi dari Gubernur Jawa Barat.
“Belum ada arahan. Jadi kita fokus menyelesaikan yang sisa ini dulu,” ucapnya.
Sebagai informasi, total terdapat 15.213 KK yang tercatat sebagai penerima kompensasi penutupan tambang di wilayah Parungpanjang, Cigudeg, dan Rumpin, Kabupaten Bogor. Angka tersebut mencakup 9.077 KK yang akan menerima bantuan pada tahap keempat.
Sebelumnya, pada Oktober 2025, Gubernur Jabae Dedi Mulyadi berjanji akan memberikan kompensasi sebesar Rp3 juta per bulan selama tiga bulan kepada warga terdampak sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah atas kebijakan penutupan sementara tambang.
Editor : Doni Ramdhani


