Penyakit Mengintai, Ini Imbauan Dinkes Jabar untuk Warga Terdampak Bencana
Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mengimbau masyarakat terdampak bencana untuk tetap menjaga kesehatan baik itu personal maupun lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung-Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mengimbau masyarakat terdampak bencana untuk tetap menjaga kesehatan baik itu personal maupun lingkungan.
Sejumlah penyakit bisa saja mengintai pascabencana banjir yang terjadi beberapa belakangan ini. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Juanita PF mengatakan penyakit yang paling rawan timbul adalah penyakit kulit gatal, nyeri otot, diare dan penyakit saluran pernapasan.
"Masyarakat juga harus menjaga kebersihan alat-alat makan. Karena curah hujan tinggi laksanakan 3M plus, tutup sarang nyamuk, barang bekas dan PSN (pemberantasan sarang nyamuk)," ujar Juanita di acara Jabar Punya Informasi (Japri) terkait Penanganan Bencana di Jabar, Jumat (3/1/2020).
Sejauh ini, pihaknya melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota yang terkena dampak banjir. Dinkes Jabar pun melakukan analisis kebutuhan, termasuk obat obatan dan bahan habis pakai.
"Kami juga memberikan pelayanan kesehatan terutama di Puskesmas yang terkena dampak selama 24 jam," katanya.
Dia menambahkan, terdapat titik Posko kesehatan di semua daerah seperti di Kabupaten Bandung Barat (KBB), ada tiga pelayanan kesehatan yakni di Cimareme, Ngamprah dan Desa Cipendeuy Padalarang.
Sedangkan di Kota Bekasi, kata dia, ada 42 pos Puskesmas. Serta, satu Posko di Pendopo Wali Kota Bekasi. Sisanya, ada mobile Puskesmas. Untuk Kabupaten Bekasi ada 44 Puskesmas dan Posko kesehatan di 60 titik. Sementara Karawang, ada 50 Puskesmas.
"Kalau obat-obatan sekarang masih bisa dipenuhi kab/kota untuk bahan habis pakai. Kami juga ada petugas piket lima orang dokter perawat, bidan dan kesehatan lingkungan dan gizi," katanya.
Sementara itu, Kadiv Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Jabar, Tri Yanto, sejak hari pertama banjir timnya telah turun ke lapangan. Yakni, ke Bogor, Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi.
"Tim kami ikut membantu Emevakuasi. Kami ada 12 relawan, tim medis, membuka dapur umum, genset, dan membagikan 5.800 nasi boks serta 800 dus air mineral," katanya.
Saat ini, kata dia, pengungsi banjir masih membutuhkan beberapa keperluan. Yakni, peralatan untum membersihkan rumah yang terendam lumpur, dapur umum, perlengkapan bayi, pompa sedot air untuk membersihkan rumah, sepatu boat, dan peralatan.
"Kami selain membantu evakuasi, juga mengurusi pengungsi dan masyarakat," katanya. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : Bsafaat

