Peran Strategis Perguruan Tinggi Sebagai Penggerak Pengembangan Ekonomi Lokal
Guru Besar Universitas Islam Bandung (Unisba), Prof. Septiawan Santana, menyebutkan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi lokal. Kontribusi universitas tersebut di antaranya dilakukan melalui riset, pengabdian masyarakat, kerja sama dengan industri lokal, pengembangan wirausaha, dan UKM. Septiawan Santana juga menyoroti pentingnya inovasi, relevansi program studi, dan alokasi sumber daya untuk memenuhi kebutuhan sektor strategis seperti pariwisata, industri kreatif, teknologi pertanian, dan energi terbarukan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung- Guru Besar Universitas Islam Bandung (Unisba) Prof. Septiawan Santana menekankan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kontribusi di berbagai sektor. Salah satunya penguatan kontribusi dalam mendorong Pengembangan Ekonomi Lokal.
Sebagai institusi pendidikan tinggi, menurutnya universitas memiliki tanggung jawab strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal melalui pendekatan yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Prof. Septiawan Santana saat dimintai komentarnya terkait peran perguruan tinggi dalam mendorong geliat sektor ekonomi, Kamis 9 Januari 2025.
Prof. Septi sapaan akrabnya Septiawan Santana, menekankan pentingnya peran universitas dalam berbagai sektor strategis. Menurutnya, universitas memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam mengembangkan kinerja akademis, juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui Riset, pengabdian, dan kerja sama yang berkelanjutan. Seperti meningkatkan kerjasama dengan industri lokal seperti dengan turut serta meningkatkan kualitas produk dan jasa.
"Kerja sama ini tidak hanya meningkatkan kualitas produk dan jasa, tetapi juga menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar," ujarnya. Ia menyarankan agar universitas membangun hubungan erat dengan pelaku industri untuk memastikan sinergi antara dunia akademis dan dunia usaha.
Langkah lain yang juga dapat dilakukan menurut Septiawan Santana adalah mendorong wirausaha dan pengembangan UKM. "Langkah ini tentu sangat bisa dilakukan dengan mendorong mahasiswa untuk menjadi wirausaha dan mengembangkan usaha kecil dan menengah atau UKM," tegas Prof Septi.
Pengembangan wirausaha lanjut Septiawan Santana merupakan kunci penting dalam pembangunan ekonomi lokal. Universitas, katanya, perlu mendorong mahasiswa untuk terjun menjadi wirausaha dan berperan dalam pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM). "Wirausaha muda yang inovatif adalah motor penggerak ekonomi lokal. Kampus harus menjadi inkubator bagi para calon pengusaha ini," tambahnya.
Dalam hal pengembangan infrastruktur, Septiawan juga menyebut universitas dapat mengalokasikan sumber daya untuk penelitian yang mendukung Pengembangan Ekonomi Lokal.
Hal itu mencakup peningkatan kualitas hidup, melalui program Pengabdian Masyarakat, niversitas dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal.
Kemudian lanjutnya, pemenuhan kebutuhan lokal. Dalam hal ini, universitas juga perlu fokus pada sektor strategis seperti pariwisata, industri kreatif, teknologi pertanian, dan energi terbarukan.
Untuk memastikan keberlanjutan, Prof. Septiawan juga mendorong pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan lokal. Program tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang terampil dan siap kerja, serta mendukung penelitian dan inovasi yang meningkatkan produktivitas industri lokal.
"Intinya, universitas tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga laboratorium pengembangan masyarakat. Dengan inovasi yang tepat, kita bisa membangun ekonomi lokal yang kuat dan berdaya saing," tegas Prof. Septiawan Santana.***(Agus Satia Negara)
Editor : Ghiok Riswoto

