Septiawan Santana: Jabar Berpotensi Menjadi Pusat Pendidikan Tinggi Berkualitas
Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Unisba) Prof. Dr. Septiawan Santana K, S.Sos., M.Si menilai, Jawa Barat memiliki potensi besar untuk mengembangkan pendidikan tinggi berkualitas. Menurutnya, hal ini memerlukan langkah strategis yang terarah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Pendidikan adalah kunci untuk menuju masa depan yang lebih baik dan Jawa Barat menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang berpotensi besar untuk pengembangan Pendidikan Tinggi yang berkualitas.
Kendati demikian, dalam implementasinya tak semudah membalikan kedua telapak tangan lantaran diperlukan berbagai upaya strategis untuk bisa mencapainya.
Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Unisba) Prof. Dr. Septiawan Santana K, S.Sos., M.Si menilai, Jawa Barat memiliki potensi besar untuk mengembangkan Pendidikan Tinggi berkualitas. Menurutnya, hal ini memerlukan langkah strategis yang terarah.
Namun menurutnya tentu ada beberapa langkah strategis yang bisa dilakukan untuk bisa mencapai pengembangan Pendidikan Tinggi yang berkualitas tersebut.
Pertama, menurut Prof Septi, peningkatan kualitas dosen yang dikemas dalam program pengembangan karir dan kompetensi dosen secara profesional. "Di Jawa Barat ini harus ada program, layanan, dan bantuan bagi pengembangan karir dan kompetensi profesional dosen," kata Prof Septiawan Santana, Kamis 9 Januari 2025.
Kedua, program penelitian yang kreatif ini juga harus dikemas dalam program, layanan dan bantuan bagi dosen agar aktif melakukan penelitian dan publikasi ilmiah. "Tujuannya tentu untuk pengembangan keilmuan dan kemanfaatannya bisa dirasakan masyarakat," katanya.
Ketiga, lanjut Prof Setiawan, menyediakan program pengabdian masyarakat yang produktif bagi dosen. "Hal ini untuk mengembangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang relate dengan persoalan/kebutuhan masyarakat," katanya.
Upaya strategis selanjutnya, sambung Prof Septiawan, melakukan peningkatan tata kelola perguruan tinggi, mulai dari meningkatkan akuntabilitas pengelolaan anggaran dan pelaksanaan pelbagai program manajemen universitas. "Transparasi menjadi langkah penting sebagai prinsip dalam penagambilan keputusan dan pengelolaan manajerial universitas," ungkapnya.
Berikutnya, lanjut Prof Septiawan, memberikan otonomi pada fakultas atau program studi yang lebih luas untuk mengatur dirinya sendiri. Termasuk juga kerjasama dengan industri dan masyarakat yang terbagi dalam tiga poin, yakni kemitraan penelitian, kemitraan pengabdian masyarakat, magang dan praktik kerja.
"Dalam kemitraan penelitian ini, perguruan tinggi perlu menjalin kerjasama dengan industri untuk meriset berbagai hal, persoalan, fenomena atau kebutuhan masyarakat yang aktual dan signifikan," jelasnya.
Kemudian untuk kemitraan pengabdian masyarakat, perguruan tinggi harus mendorong baik dosen maupun mahasiswa, serta kelembagaan masyarakat untuk terlibat dengan berbagai hal, persoalan, fenomena ataupun kebutuhan masyarakat yang aktual, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar.
"Hal penting lainnya, yakni harus tersedianya program, layanan, dan bantuan bagi mahasiswa untuk melakukan magang dan praktik kerja di industri agar memperoleh pengalaman kerja yang relevan," bebernya.
Selain itu, upaya strategis lain untuk bisa mengembangkan pendidikan perguruan tinggi yang berkualitas lebih baik harus didukung dengan penguatan kurikulum dan metode pembelajaran.
"Penguatan kurikulum dan metode pembelajaran bisa dilakukan dengan cara mengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri," terangnya.
Kemudian, terus memperbarui kurikulum yang relevan dengan perkembangan dunia kerja dan kebutuhan industri. Termasuk, menerapkan pembelajaran bersistim 'teknologi' dengan emanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran, seperti e-learning, pembelajaran daring, dan aplikasi pendidikan lain.
Lebih lanjut Prof Septiawan menuturkan, peningkatan fasilitas dan infrastruktur juga diperlukan dalam strategi pengembangan pendidikan perguruan tinggi.
Menurutnya, langkah tersebut bisa dilakukan dengan menyiapkan perangkat pembelajaran konektivitas internet yang stabil dan memastikan ketersediaan akses internet yang cepat dan stabil untuk mendukung kegiatan pembelajaran online.
Selain itu, diperlukan juga upaya untuk memenuhi kebutuhan laboratoriun dengan peralatan yang modern dan memadai untuk mendukung kegiatan penelitian dan praktikum. "Perpustakaan lengkap menjadi hal yang penting di mana di dalamnya tersedia koleksi digitalisasi buku, jurnal, dan sumber belajar lainnya yang up-to-date," ujarnya.
Tak kalah penting, tegas Prof Septiawan, yakni pengembangan karakter dalam hal ini penerapan pendidikan karakter yang dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai karakter seperti integritas, etos kerja, dan tanggung jawab sosial kepada mahasiswa.
Terakhir, tambah Prof Septiawan, peningkatan dana pendidikan atau sumber pendanaan masyarakat. "Sumber pendanaan masyarakat ini bisa berasal dari industri, para alumni dan juga filantropi untuk mendukung kelancaran strategi yang dilakukan," tandasnya.***(Yuliantono)
Editor : Ghiok Riswoto

