Kampus Porak-Poranda Akibat Banjir, Kemendiktisaintek Bantu Rp75,9 Miliar untuk Pemulihan

Kemendiktisaintek gelontorkan dana Rp75,9 miliar untuk bantu pemulihan pendidikan tinggi akibat bencana Sumatera.

Kampus Porak-Poranda Akibat Banjir, Kemendiktisaintek Bantu Rp75,9 Miliar untuk Pemulihan
bantuan untuk pendidikan tinggi Sumatera

INILAHKORAN.ID - Kementerian pendidikan tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyiapkan anggaran besar untuk memastikan aktivitas pendidikan tinggi tetap berjalan di wilayah Sumatera yang terdampak banjir dan longsor. 

Total Rp75.986.474.452 dialokasikan untuk mendukung biaya hidup mahasiswa dan dosen yang terkena dampak langsung bencana.

Wakil Menteri pendidikan tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, mengungkapkan hal tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Selasa 9 Desember 2025.

“Kami memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen terdampak bencana dengan total anggaran Rp75,9 miliar,” jelas Fauzan.

Selain bantuan biaya hidup, Kemendiktisaintek juga menggelar program pengabdian masyarakat tanggap darurat dengan nilai pendanaan Rp46.535.820.000.
Tak hanya itu, gerakan penggalangan dana dan bantuan langsung dari PTN, LLDIKTI, serta seluruh jajaran Kemendiktisaintek berhasil mengumpulkan Rp7.071.500.000.

“Kami menggerakkan seluruh jajaran perguruan tinggi untuk membantu penanganan bencana secara kolektif,” lanjut Fauzan.

Kemendiktisaintek mencatat terdapat 60 perguruan tinggi yang terdampak banjir dan longsor per 6 Desember pukul 21.00 WIB. Rinciannya:

Aceh: 4 PTN dan 27 PTS

Sumatera Utara: 1 PTN dan 13 PTS

Sumatera Barat: 9 PTN dan 6 PTS

Akibat kerusakan dan akses yang terputus, sebagian besar proses belajar mengajar terpaksa dihentikan. Banyak sivitas akademika juga harus mengungsi.

20 Ribu Lebih Sivitas Akademika Jadi Korban

Kemendiktisaintek melaporkan 1.306 dosen dan 18.824 mahasiswa terdampak langsung bencana di tiga provinsi tersebut.
Kerusakan sarana pendidikan meliputi:

  • Ruang kelas dan gedung belajar yang ambruk
  • Komputer dan laptop rusak
  • Listrik dan jaringan internet terputus
  • Laboratorium dan fasilitas penunjang tidak berfungsi
  • Akses jalan kampus tertutup material longsor

“Temuan ini merupakan bagian dari fase penanggulangan darurat yang terus kami identifikasi,” kata Fauzan.


Editor : Firda Rachmawati