Garut Siapkan Bantuan Benih untuk Sawah Puso Akibat Kekeringan
Dispertan Garut menyiapkan bantuan benih padi bagi petani yang mengalami puso akibat kekeringan. Sebanyak 176,80 hektare sawah tercatat gagal panen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyiapkan bantuan benih padi bagi kelompok tani yang lahan sawahnya mengalami puso akibat kekeringan selama musim kemarau.
bantuan tersebut disiapkan agar petani terdampak dapat kembali menanam padi pada musim tanam berikutnya.
Kepala Bidang Perlindungan dan Pengembangan Usaha Pertanian Dispertan Kabupaten Garut, Susi Suhartianti mengatakan, bantuan benih akan difasilitasi bagi petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan.
"Untuk lahan lainnya yang mengalami gagal panen di Dispertan ada fasilitasi bantuan benih padi," kata Susi di Garut seperti dikutip dari Antara, Senin (21/9/2026).
Susi menuturkan, musim kemarau yang melanda Kabupaten Garut menyebabkan sumber air untuk pertanian menyusut. Kondisi tersebut membuat tanaman pangan, termasuk padi, kekurangan air hingga akhirnya mengalami puso atau gagal panen.
Berdasarkan pendataan Dispertan Garut, sebanyak 176,80 hektare sawah mengalami gagal panen selama musim kemarau yang berlangsung sejak Juni 2026.
"Ini merupakan data kumulatif selama kekeringan 3,5 bulan, tercatat seluas 176,80 hektare terkena puso atau gagal panen," ujarnya.
Dengan asumsi rata-rata produksi mencapai 6,5 ton gabah kering giling (GKG) per hektare, puso seluas 176,80 hektare tersebut berpotensi menyebabkan kehilangan produksi sekitar 1.149,2 ton GKG.
Dispertan Garut, lanjut Susi, telah melakukan pemantauan dan pendataan langsung terhadap lahan sawah yang mengalami gagal panen akibat kekeringan, baik di wilayah utara maupun selatan Garut.
Petani yang mengalami gagal panen akibat faktor alam tersebut diupayakan mendapatkan bantuan benih. Pemberian bantuan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta ketersediaan benih yang dimiliki pemerintah.
"bantuan benih padi diprioritaskan bagi kelompok tani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan," katanya.
Selain bantuan benih, Dispertan Garut juga mendorong petani memanfaatkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk mengurangi risiko kerugian akibat gagal panen.
Melalui program tersebut, petani dapat memperoleh pertanggungan sebesar Rp6 juta per hektare apabila memenuhi ketentuan klaim asuransi.
Namun, lahan yang saat ini tercatat mengalami puso akibat kekeringan masih dalam proses pengajuan kerja sama dengan pihak asuransi sehingga belum seluruhnya dapat diklaim.
"Dari data puso akibat kekeringan itu, ada beberapa yang didaftarkan dalam program AUTP, tetapi progres sampai saat ini masih input CPCL (calon petani dan calon lokasi)-nya di aplikasi, belum keluar nomor polisnya, jadi belum bisa dilakukan proses klaim," tutur Susi.
Editor : Ahmad Sayuti

