Performa IDM KBB Ranking Kedua se-Jabar, Begini Penjelasan Hengki Kurniawan 

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengklaim performa Indeks Desa Membangun (IDM) KBB terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. 

Performa IDM KBB Ranking Kedua se-Jabar, Begini Penjelasan Hengki Kurniawan 
"Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang masuk peringkat 2 se-Jawa Barat mendapat nilai 0,8054 dan mendapat predikat MAJU menjadi bukti performa IDM desa maju dan mandiri yang terus bertambah hingga tahun 2022," ungkap Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan kepada wartawan. (istimewa)

INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengklaim performa Indeks Desa Membangun (IDM) KBB terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. 

Diketahui, IDM merupakan Indeks Komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, antara lain Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi atau Lingkungan.

"Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang masuk peringkat 2 se-Jawa Barat mendapat nilai 0,8054 dan mendapat predikat MAJU menjadi bukti performa IDM desa maju dan mandiri yang terus bertambah hingga tahun 2022," ungkap Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan kepada wartawan.

Ia menyebut, berdasarkan data Bapelitbangda KBB mencatat, dari total sebanyak 165 desa pada tahun 2021 IDM desa berkembang berjumlah 30 desa dan pada tahun 2022 angka tersebut berkurang menjadi 12 desa. 

"Jumlah tersebut berkurang karena sejumlah desa masuk ke IDM maju dan mandiri," sebutnya.

Selanjutnya, kata dia, untuk IDM desa maju pada tahun 2021 berjumlah 95 desa dan pada tahun 2022 angka tersebut berkurang karena sejumlah desa masuk ke IDM desa mandiri. 

"Jika dibandingkan tahun 2021 jumlah desa mandiri di Kabupaten Bandung Barat hanya 40 desa dan pada tahun 2022 IDM desa mandiri meningkat menjadi 62 desa," katanya.

Menurutnya, untuk membentuk indeks ketahanan sosial Pemda  Bandung Barat selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi warganya.

"Kita upayakan mulai dari sisi kesehatan, pendidikan, modal sosial dan juga pemukiman," tuturnya.

Sementara itu, lanjut dia, untuk meningkatkan indeks ketahanan ekonomi pihaknya mengoptimalkan sejumlah upaya strategis seperti meningkatkan kualitas produksi desa, akses distribusi, akses pusat perdagangan, akses lembaga keuangan, lembaga ekonomi serta keterbukaan.

“Guna membentuk indeks ketahanan ekologi atau lingkungan, kami terus berupaya meningkatkan kualitas hidup dan melakukan mitigasi serta penanganan maksimal terhadap potensi bencana,” paparnya.

Dengan mengoptimalkan ketiga pembentukan Indeks Desa Membangun (IDM) tersebut, terang dia, bakal berdampak besar terhadap nilai yang diperoleh Bandung Barat baik indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi maupun indeks ketahanan ekologi atau lingkungan.

“Alhamdulillah dengan kerja keras semua pihak nilai indeks ketahanan sosial (0,8846), indeks ketahanan ekonomi (0,7543) dan indeks ketahanan ekologi atau lingkungan (0,7770),” sebutnya.

Alhasil, tambah dia, dengan performa IDM KBB yang terus meningkat seiring bertambahnya desa maju dan mandiri mengantarkan wilayahnya berada di rangking kedua se-Jawa Barat dengan nilai, yakni 0,8054 dengan predikat (MAJU).

“Dengan raihan prestasi tersebut bisa menjadi semangat bagi kami untuk terus mengantarkan seluruh desa di KBB berada pada IDM maju dan mandiri guna menggapai cita-cita kita menuju Bandung Barat Ekonomi Kuat 2030,” pungkasnya.*** (adv)


Editor : Doni Ramdhani