Peringatan Dini Tsunami dari BMKG, Dosen UPI Beri Wejangan Ini untuk Masyarakat
Dosen UPI Nandi memberi wejangan khusus untuk masyarakat menyusul status peringatan dini tsunami yang ditetapkan BMKG.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini tsunami di beberapa wilayah. Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Nandi ikut angkat bicara.
BMKG telah menetapkan status peringatan dini tsunami di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB. Dosen UPI Nandi pun memberi wejangan untuk masyarakat.
Nandi yang juga Ketua Prodi Magister dan Doktor Pendidikan Geografi Pascasarjana UPI, itu menilai langkah BMKG sebagai peringatan penting untuk masyarakat.
Baca Juga: Hasil Tes Urine Rizky Nazar Dinyatakan Positif Ganja
Nandi mengatakan, seluruh warga sebaiknya menjauhi daerah pantai atau pesisir untuk sementara.
Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi terjadinya gelombang tsunami akibat gempa bumi.
"Kalau di Indonesia Timur kan tidak bergunung-gunung seperti di Jawa, banyak yang landai, kalau pun ada gunung, naik ke tempat yang lebih tinggi," kata Nandi.
Baca Juga: Tedy Rusmawan Dukung Kesetaraan terhadap Keluarga Penyandang Disabilitas
Menurut dia, kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana tentunya sangat beralasan, karena tidak hanya bencana gempa bumi yang siap melanda.
Dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, membuat Indonesia menjadi rentan dengan bencana tsunami yang merupakan efek domino dari gempa bumi tersebut.
Kata dia, Literasi Bencana atau bisa disebut upaya penyadaran masyarakat dalam menghadapi suatu bencana tentulah sangat penting dimiliki oleh masyarakat.
Baca Juga: PTM Terbatas Kota Bandung Masuk Tahap Ketiga, 632 Sekolah Dapat Izin Belajar di Kelas
Hal tersebut dilakukan dalam rangka memitigasi suatu bencana.
Tanggap bencana bisa dilakukan melalui peningkatan literasi informasi bencana, dalam bentuk mengidentifikasi dan menemukan informasi secara benar.
Lalu, mengevaluasi informasi secara akurat, mengorganisasikan dan mengintegrasikan informasi, memanfaatkan serta mengomunikasikan informasi secara efektif, legal, etis.
Baca Juga: Haji Lulung, Politisi yang Terkenal Vokal Mengkritisi Ahok, Meninggal karena Sakit Jantung
"Pengetahuan bencana tsunami, perencanaan kedaruratan yang diinstruksikan BNPB atau BPBD, sistem peringatan dini dari lembaga terkait, mobilisasi sumber daya tertutama jalur-jalur evakuasi yang aksesible dan diketahui oleh warga ketika terjadi tsunami," papar Nandi.*** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran

