Perkokoh Sebagai Kota Toleransi, Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Festival HAM 2022
Wujudkan dan tingkatkan sebagai kota toleransi, Wali Kota Bogor Bima Arya menerima tawaran Kota Bogor sebagai tuan rumah Festival HAM 2022.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya menerima tawaran Kota Bogor dijadikan tuan rumah Festival HAM 2022.
Kesanggupan Kota Bogor menjadi tuan rumah Festival HAM 202, menurut Wali Kota Bima Arya menandakan jika Kota Bogor merupakan kota terdepan yang menjungjung tinggi toleransi.
"Menjadi tuan rumah Festival HAM tahun 2022 diharapkannya menjadi hajat semua pihak di Kota Bogor, dan hadir inisiasi-inisiasi lain yang tidak sebatas seremoni atau diskusi. Penunjukkan ini bukan sekedar kami dianggap mampu secara teknis, tetapi juga sudah selesai secara ideologis dan memiliki komitmen yang kuat," kata Bima Arya kepada wartawan, Senin 3 Desember 2022.
Baca Juga: Bima Arya Melantik 279 Pejabat Struktural dan Fungsional di Lingkungan Pemkot Bogor
Bima pun membagikan kiat Kota Bogor menjadi kota toleran, sekaligus menjadi kunci keberhasilan dalam mengelola masalah-masalah toleran. Menurutnya ada lima faktor penunjang keberhasilan tersebut.
Lima faktor itu adalah, politik will atau komitmen politik dari pimpinan, kerangka hukum, kerja sama kelembagaan, penguatan simbol pesan kunci dan inisiasi-inisiasi yang bersifat melampaui teritori Kota Bogor. Dengan modal tersebut Kota Bogor menerima tawaran untuk menjadi tuan rumah Festival HAM akhir tahun 2022
"Politik will tidak hanya wali kota, tetapi juga camat, lurah, harus sama dan rata. It's about leadership, kepemimpinan yang menjadi nomor satu. Siapapun nanti wali kota setelah saya harus memiliki komitmen yang kuat untuk melanjutkan semangat toleransi ini," katanya.
Baca Juga: Bima Arya Pastikan di Kota Bogor Tak Ada Perayaan Tahun Baru, Tutup Jalan Hingga Matikan PJU
Bima melanjutkan, untuk kerangka hukum dalam bentuk regulasi, tidak boleh ada yang mencederai, bahkan harus terus menguatkan. Diturunkan oleh semua dinas dan dipahami oleh aparatur wilayah sebagai pengamanan.
"Pemerintah kota tidak bisa sendiri, harus bersama-sama. Tidak semua paham membumikan konsep moderasi, menguatkan toleransi, kita perlu dibantu," terangnya.
Bima menjelaskan, penguatan simbol pesan kunci penting sekali untuk dilakukan secara terus menerus agar warga sadar bahwa kotanya terus bergerak menuju kota yang toleran. Kehadiran pemerintah di setiap perayaan umat beragama adalah simbol.
Baca Juga: Bima Arya Minta Warga Kurangi Mobilitas Saat Libur Nataru dan ASN Dilarang Mudik
"Penguatan simbol ini bukan hal yang biasa, tapi penting sekali. Saat Idul Fitri Uskup Bogor mengunjungi rumah dinas, itu sesuatu. Ketika perayaan lain semua saling berkumpul, berkeliling, itu juga sesuatu. Penguatan simbol bukan hanya seremonial," jelas Bima.
Terpisah, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor, Hasbulloh menyebutkan, terkait peningkatan toleransi dan kerukunan serta kebebasan dalam beragama, Kota Bogor terus berbenah. Salah satu wujudnya adalah persoalan yang pelik sudah mulai diselesaikan satu per satu. Dalam indeks kerukunan beragama Kota Bogor yang dilaksanakan FKUB bersama Kantor Kesbangpol Kota Bogor, dipaparkan kekuatan toleransi yang ada di kecamatan serta pada titik mana saja yang diperlukan adanya perbaikan dan sebagainya.
"Biasanya indeks kerukunan hanya sampai di level kota atau kabupaten, dalam RPJMD Kota Bogor sudah sampai ke level kecamatan. Tahun depan diharapkan sampai ke level kelurahan sehingga mampu mendeteksi persoalan-persoalan yang ada di masyarakat secara langsung," terang Hasbulloh.
Baca Juga: Bima Arya Bidik Kampung Perca Jadi Destinasi Wisata Baru Kota Bogor
Ia melanjutkan, ditahun 2022 FKUB bersama Kemenag Kota Bogor mengajak para tokoh agama untuk berpartisipasi dalam mempromosikan moderasi beragama di berbagai tingkatan, baik perangkat derah, satuan kerja pendidikan dan yang lainnya.
"Untuk mengawali tahun 2022 menjadi tuan rumah Festival HAM, FKUB Kota Bogor akan menyelenggarakan silaturahmi nasional," pungkasnya. *** (Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran

