Perkuat 'Pengawasan dari Langit', Len Gerak Cepat Tanggap Bencana di Sumatera

Len Industri gerak cepat tanggap bencana di Sumatera dengan teknologi satelit, memantau banjir dan longsor untuk keselamatan warga.

Perkuat 'Pengawasan dari Langit', Len Gerak Cepat Tanggap Bencana di Sumatera
Len Industri gerak cepat tanggap bencana di Sumatera dengan teknologi satelit, memantau banjir dan longsor untuk keselamatan warga. (Istimewa)

INILAHKORAN.ID - Saat hujan deras yang memicu banjir dan longsor membayangi sejumlah wilayah di Sumatera, ribuan warga terjebak dalam situasi darurat.

Jalan putus, bangunan terendam, dan akses vital terhenti, membuat bantuan darat sulit menjangkau masyarakat terdampak. Di tengah kekacauan itu, pandangan manusia tak lagi cukup. Teknologi pun mengambil peran.

PT Len Industri (Persero) menghadirkan solusi “Pengawasan dari Langit”. Dengan kolaborasi Kementerian Pertahanan dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Len memanfaatkan satelit observasi untuk memantau wilayah terdampak secara real-time

Direktur Utama Len, Prof Joga Dharma Setiawan, Ph.D., menegaskan, Len hadir dan bergerak lebih cepat dalam penanganan bencana ini. 

"Teknologi yang kami hadirkan bukan sekadar inovasi, tetapi wujud nyata perlindungan bagi masyarakat. Kolaborasi lintas lembaga membuktikan industri pertahanan nasional mampu memberikan dampak langsung bagi keselamatan rakyat,” katanya. 

Pemantauan dilakukan di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, mengandalkan kombinasi citra optik resolusi tinggi dan Synthetic Aperture Radar (SAR) yang mampu menembus awan dan cuaca ekstrem. 

Melalui satelit BlackSky, bagian dari program kolaboratif Len, informasi situasional akurat diperoleh dan dianalisis bersama BRIN untuk mendukung evakuasi, distribusi bantuan, dan pengambilan keputusan cepat di lapangan.

Hasil pemetaan cepat menunjukkan kerusakan signifikan. Di perbatasan Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, tercatat 856 bangunan terdampak banjir dan 1.616 bangunan berpotensi terdampak. 

Kabupaten Takengon teridentifikasi 50 titik longsor dan lima ruas jalan putus. Sementara di Kabupaten Bireuen, 413 bangunan terdampak banjir dan 796 bangunan berpotensi terdampak. 

Semua data dianalisis melalui integrasi citra Sentinel-2 Very High Resolution, Mosaic Planet, dan BlackSky, dikombinasikan dengan data Open Street Map.

“Terima kasih atas dukungan data citra dari Len. Tim task force cepat tanggap bencana BRIN sudah dapat mengidentifikasi jalan putus dan daerah longsor. Informasi yang kami sampaikan kini lebih akurat,” ujar Dr Eng Budi Prawara, Kepala Organisasi Riset Elektronika & Informatika BRIN. Data ini menjadi panduan bagi tim lapangan merumuskan langkah taktis secara cepat dan tepat.

Dengan akuisisi citra multisensor yang responsif, analisis terintegrasi, dan koordinasi lintas lembaga, Len membuktikan, teknologi pertahanan Indonesia bukan hanya alat inovasi, tetapi instrumen nyata untuk menyelamatkan nyawa. 

Komitmen Len tetap sama: mendukung percepatan pemulihan dan menjaga keselamatan masyarakat di seluruh Indonesia, bahkan ketika alam menantang di tiap sudut negeri. ***


Editor : Gin gin T Ginulur