Pernyataan Masa Lalu Kim Hieora Tentang Kekerasan Diperiksa Kembali saat Dia Dituduh jadi Pembully
Wawancara masa lalu Kim Hieora saat promosi drama 'The Glory' terkait kekerasan di sekolah diperiksa kembali setelah dia dituduh jadi pelaku pembully.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.COM, Bandung - Hari ini, Rabu, 6 September 2023, Dispatch secara eksklusif melaporkan bahwa Kim Hieora adalah anggota geng iljin terkenal bernama 'Big Sangji'.
Kim Hieora jadi anggota Big Sangji Ketika dia masih menjadi siswa di sekolah Menengah Putri Sangji di Wonju, Gangwon-do.
Big Sangji diketahui memeras uang dan menganiaya siswa lain secara fisik dan verbal.
Kim Hieora dikabarkan mengaku sebagai anggota Big Sangji namun membantah tuduhan keterlibatan langsungnya dalam kesalahan Big Sangji.
“Saya tidak berpartisipasi dalam intimidasi tetapi saya rasa nama saya disebutkan karena saya bersama mereka saat itu," kata Kim Hieora.
"Melihat kembali ke masa itu, saya menyadari bahwa saya membuat kesalahan dengan menjadi pengamat,” ungkapnya.
Kim Hieora menambahkan “Saya minta maaf. Saya sibuk merasionalisasi diri sendiri bahwa saya bukanlah seorang pengganggu dan menutup mata terhadap kejadian tersebut. Saya ingin meminta maaf untuk itu”.
Kemudian, agensi Kim Hieora, Gram Entertainment berkata, “Kami meminta maaf karena menyebabkan kekhawatiran banyak orang dengan berita mendadak baru-baru ini. Kami sedang menyiapkan pernyataan resmi”.
Di tengah kontroversi tersebut, pernyataan Kim Hieora dalam wawancara untuk drama 'The Glory', drama di mana dia berperan sebagai pelaku pembully di sekolah, diangkat untuk diperiksa ulang.
Selama wawancara yang dilakukan oleh Star News pada bulan Maret 2023, aktris tersebut mengungkapkan pemikiran tegasnya tentang kekerasan di sekolah.
“Saat menonton 'The Glory', saya menyadari bahwa menyoroti kisah kekerasan di sekolah bukan hanya merupakan ide yang baik tetapi juga merupakan kesempatan untuk menciptakan perubahan untuk mencegah perilaku seperti itu mulai sekarang," tuturnya.
"Saya percaya bahwa penting untuk mengubah kesadaran anak-anak, remaja, dan remaja yang sedang tumbuh mengenai kekerasan di sekolah,” terangnya.
Dia menambahkan, “karena saya memiliki keponakan, saya bahkan bertanya-tanya 'Bagaimana jika keponakan saya ditindas atau menjadi pelaku kekerasan di sekolah? pelaku?. Saya rasa banyak orang akan memiliki pemikiran yang sama setelah menonton 'The Glory'.”
“Saya harap mereka yang saat ini menjadi pelaku intimidasi atau berpikir untuk menjadi pelaku intimidasi dapat mengetahui bahwa perilaku mereka salah setelah menonton 'The Glory' dan mereka harus meminta maaf," lanjutnya.
"Selain itu, saya pikir akan lebih baik jika guru dan orang tua juga menonton 'The Glory' dan berusaha menjadi seseorang yang dapat mencegah hal tersebut terjadi.”
Mengenai kejadian 'curling iron' dalam 'The Glory' yang berdasarkan kisah nyata, Kim Hieora mengatakan, “Saya juga sangat terkejut mengetahui hal itu."
"Aku jadi berpikir kalau itu bukan sekedar tindakan kekanak-kanakan dalam perkelahian antar siswa tapi merusak kepribadian seseorang."
"Banyak karya yang membahas kekerasan di sekolah dan pelecehan seksual di sekolah, tapi saya senang melihat cerita-cerita ini dikaji ulang melalui 'The Glory'.”
“Di antara kalimat Sa Ra di 'The Glory', ada satu yang menyebutkan dampak kekerasan di sekolah terhadap masyarakat biasa," sambungnya.
"Saya berharap orang-orang seperti Dong Eun dalam drama ini dapat memperoleh keberanian untuk mengambil tindakan guna membawa perubahan positif dalam perjuangan melawan kekerasan di sekolah,” tambahnya lagi.***
Editor : Irma Nurfajri


