Pertemuan Prabowo dan Megawati: Momen Strategis untuk Bangsa, Bukan Sekadar Politik Partai
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa rencana pertemuan antara Prabowo Subianto, dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, merupakan langkah strategis yang membawa keuntungan besar bagi rakyat dan bangsa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa rencana pertemuan antara Prabowo Subianto, dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, merupakan langkah strategis yang membawa keuntungan besar bagi rakyat dan bangsa.
Menurutnya, pertemuan tersebut tidak berhubungan dengan kepentingan pribadi atau politik tertentu, melainkan untuk memperkuat komunikasi dan sinergi demi kebaikan Indonesia.
"Keuntungannya buat rakyat dan bangsa, bukan buat Gerindra," ujar Muzani dikutip dari ANTARA.
Hubungan antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri diketahui telah terjalin baik selama bertahun-tahun.
Meskipun rencana pertemuan keduanya belum terealisasi hingga kini, komunikasi antara Partai Gerindra dan PDI Perjuangan terus berjalan.
Hal ini terlihat dari sinergi mereka dalam berbagai agenda di DPR RI maupun komunikasi langsung di luar forum resmi.
Ahmad Muzani juga menegaskan bahwa rencana pertemuan ini sama sekali tidak mengganggu hubungan Prabowo dengan Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Muzani menilai, hubungan ketiga tokoh tersebut adalah bagian dari dinamika politik yang sehat di Indonesia.
"Enggak ada masalah," imbuh Muzani.
Menanggapi pertanyaan tentang siapa yang menginisiasi rencana pertemuan tersebut, Muzani menyampaikan bahwa hal itu bukanlah hal penting untuk diperdebatkan.
Baginya, yang lebih utama adalah hasil dari pertemuan itu, yakni manfaat nyata bagi masyarakat dan bangsa.
" Kalau kita minum kopi, yang penting itu enak rasanya, jangan bertanya siapa yang bikin kopi karena kalau sudah [bertanya] siapa yang bikin kopi, nanti rasanya berbeda karena cara mengaduk pun berbeda-beda," kata Muzani dengan analogi yang menenangkan.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

