Perusahaan Sekuritas Khawatir Biaya Operasional Meningkat Setelah YG Umumkan Aktivitas Semua Artisnya
Setelah YG umumkan aktivitas mendatang semua artisnya termasuk BLACKPINK dan 2NE1, perusahaan sekuritis khawatirkan biaya opersional.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - YG Entertainment baru-baru ini mengumumkan Aktivitas mendatang semua artisnya teemasuk BLACKPINK dan 2NE1.
Menanggapi aktivitas semua artis YG, pada hari ini, Selasa, 30 Juli 2024, NH Investment & Securities menurunkan target harga saham mereka untuk YG sebesar 9% dari Rp671.819 menjadi Rp612.858.
Target harga saham ini dihitung untuk periode dari paruh kedua tahun ini hingga paruh pertama tahun depan.
Diasumsikan bahwa berbagai aktivitas akan berlangsung secara bersamaan selama periode ini dan ada potensi peningkatan Biaya seperti biaya tenaga kerja dan pembayaran.
Peneliti Lee Hwa Jung di NH Investment & Securities menjelaskan, “ini belum pernah terjadi sebelumnya bagi artis YG untuk melakukan aktivitas pada waktu yang sama”.
YG baru-baru ini meluncurkan 'RENCANA YG 2025' yang mengumumkan comeback BLACKPINK tahun depan dan tur dunia pertama BABYMONSTER.
Mereka juga merencanakan reuni dan tur dunia 2NE1 yang sangat dinantikan banyak penggemar K-Pop.
BLACKPINK akan mengadakan acara fansign offline untuk merayakan ulang tahun debut mereka yang ke-8 pada bulan Agustus ini.
NH Investment & Securities yakin bahwa komitmen BLACKPINK terhadap aktivitas grup tidak perlu diragukan lagi.
Peneliti NH juga menurunkan estimasi angka penjualan album tahunan untuk artis senior seperti TREASURE dan BLACKPINK.
Mereka percaya, “karena industri hiburan memasuki masa transisi, tren penggemar lama artis lama beralih ke artis baru terlihat jelas.”
“YG Entertainment memperoleh keuntungan dari masuknya penggemar melalui grup baru mereka BABYMONSTER," tambahnya.
Selain itu, mereka berkata, “dalam kasus boy grup, banyak pendatang baru yang kompetitif telah debut, menyebabkan fenomena orang-orang meninggalkan fandom semakin meningkat."
"Prospek TREASURE telah disesuaikan secara konservatif. Pada titik ini, YG perlu mendebutkan boy grup baru,” sambingnya karena TREASURE debut pada tahun 2020.
Laba operasi YG pada kuartal kedua tahun ini diperkirakan turun 87% menjadi 3,9 miliar won dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sejalan dengan konsensus (perkiraan rata-rata dari Perusahaan Sekuritas).
Penjualan juga ditetapkan pada 107 miliar won, turun 32%. Peneliti menjelaskan, “meskipun ada berbagai kegiatan artis, seperti tur arena TREASURE, promosi debut BABYMONSTER masih berlanjut pada kuartal kedua, yang menyebabkan beban biaya awal.”
Selain itu, “peningkatan amortisasi aset tidak berwujud karena pembaruan kontrak beberapa artis tahun lalu juga akan berdampak negatif pada kinerja.”***
Editor : Irma Nurfajri

