Petakan TPS, PPK Rongga Temukan Tiga TPS yang Sulit Diakses untuk Distribusi Logistik
Sejumlah persiapan jelang pendistribusian logistik pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024, di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai dipersiapkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Sejumlah persiapan jelang pendistribusian logistik pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024, di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai dipersiapkan.
Pasalnya, sejumlah kendala kerap dihadapi para penyelenggara Pilkada serentak, salah satunya akses jalan untuk mendistribusikan logistik ke tempat pemungutan suara (tps).
Di Kecamatan Rongga misalnya, berdasarkan hasil pemetaan ada tiga lokasi TPS yang paling sulit diakses, yakni TPS 05 Kampung Langkob, Desa Bojongsalam, TPS 13 Kampung Cipiring, Desa Cicadas, dan TPS 05 Kampung Babakan Jampang Desa Cibitung.
Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Rongga menyebut ketersediaan infrastruktur akses jalan menjadi kendala dalam pendistribusian logistik Pilkada serentak 2024 nanti.
"Kami sudah petakan TPS paling sulit akses. Jumlahnya ada tiga TPS di tiga desa. Ini juga berdasarkan hasil pengalaman pada pelaksanaan Pemilu kemarin," kata Divisi Sosialisasi dan SDM PPK Rongga Cecep Kurniawan baru-baru ini.
Cecep menyebut, kondisi tiga TPS ini sulit diakses lantaran kondisi jalan masih tanah merah. Selain itu, jarak dari sekretariat PPK Rongga sangat jauh dan harus melewati lembah dan bukit.
Menurutnya, untuk bisa sampai ke lokasi warga harus berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor yang sudah dimodifikasi agar bisa melewati trek tanah yang licin.
"Kondisi jalan ke sana masih tanah merah. Kalau hujan pasti licin. Saat pemilu kita pakai kendaraan khusus untuk distribusi logistik," katanya.
Melihat kondisi tersebut, PPK dan petugas penyelenggara Pilkada Serentak 2024 bakal menyiapkan sejumlah skema dalam proses distribusi.
Meski begitu, skema tersebut akan mempertimbangkan kondisi geografis TPS dan cuaca. Alternatif pertama, logistik akan diangkut oleh speda motor warga yang sudah dimodifikasi, apabila tidak memungkinkan akan dipikul jalan kaki.
"Kita lihat nanti seperti apa kondisinya. Yang jelas kami siapkan beberapa skema supaya logistik sampai di tujuan," katanya.***
Editor : JakaPermana
