Belum Temukan Lahan Pengganti, Relokasi TPS 3R Dadaha Masih Tertunda
Rencana Pemkot Tasikmalaya memindahkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha belum dapat direalisasikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Rencana Pemerintahan Kota Tasikmalaya memindahkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) dari kawasan Kompleks Olahraga Dadaha belum dapat direalisasikan.
Hingga kini, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan mengaku pemerintah daerah masih mencari lahan yang dinilai layak sebagai lokasi pengganti.
Viman menuturkan, relokasi belum bisa dilakukan karena belum tersedia lokasi yang memenuhi kebutuhan operasional pengelolaan sampah. Hal itu disampaikannya usai mengikuti kegiatan gotong royong membersihkan kawasan Dadaha, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, keberadaan TPS 3R di tengah kawasan olahraga sudah tidak lagi sesuai dengan fungsi kawasan. Selain berada di pusat aktivitas masyarakat, lokasi TPS juga berdampingan dengan area foodcourt sehingga dinilai mengurangi kenyamanan pengunjung.
"Untuk TPS di Dadaha, kami masih mencari lahan yang tepat agar fasilitas ini bisa dipindahkan dari kawasan sarana olahraga," ujar Viman.
Dia mengungkapkan persoalan tersebut telah menjadi perhatian sejak awal dirinya menjabat sebagai Wali Kota Tasikmalaya. Menurutnya, posisi TPS yang berada di kawasan publik membuat lingkungan sekitar kurang ideal, terutama karena berpotensi menimbulkan bau dan mengganggu aktivitas masyarakat.
"Sejak awal menjabat saya sudah menilai keberadaan TPS ini kurang tepat. Lokasinya berada di tengah kawasan olahraga dan berdekatan dengan foodcourt," katanya.
Meski relokasi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat, Pemkot memastikan pengelolaan TPS tetap menjadi prioritas. Viman meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama UPTD Dadaha meningkatkan pengawasan agar tidak terjadi penumpukan sampah.
Dia menekankan proses pengangkutan sampah harus dilakukan secara rutin disertai pemeliharaan lokasi secara optimal. Pemanfaatan eco enzyme juga diminta terus dilakukan sebagai salah satu upaya mengurangi bau yang muncul dari tumpukan sampah.
"Sambil menunggu lokasi baru, penjagaan, pemeliharaan, dan pengangkutan sampah harus berjalan dengan baik. Jangan sampai terjadi penumpukan yang menimbulkan bau. Penggunaan eco enzyme juga perlu terus dioptimalkan," tegasnya.
Viman juga meminta pengelola kawasan Dadaha terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi sementara hingga proses relokasi dapat terealisasi.
Dia menegaskan komitmen pemerintah untuk memindahkan TPS 3R dari kawasan Dadaha begitu lahan pengganti yang sesuai telah tersedia. Dengan demikian, fungsi kawasan olahraga dan ruang publik dapat lebih optimal tanpa mengganggu pelayanan pengelolaan sampah bagi masyarakat.
Editor : Doni Ramdhani

