Sampah Menumpuk di Mana-mana, DLH Cirebon Akui TPA Sering Terkendala Alat Berat
DLH Kabupaten Cirebon mengakui penumpukan sampah yang terjadi di sejumlah TPS dipicu tingginya volume sampah harian dan gangguan operasional di TPA.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - DLH Kabupaten Cirebon mengakui penumpukan sampah yang terjadi di sejumlah TPS dipicu tingginya volume sampah harian dan gangguan operasional di TPA.
Kepala DLH Kabupaten Cirebon Dede Sudiono mengatakan, kendala pada alat berat maupun mesin di TPA berdampak langsung terhadap proses pengangkutan sampah dari TPS.
“Alat berat maupun mesin tentu memiliki potensi gangguan. Ketika terjadi kendala selama satu atau dua hari, sampah yang masuk akan menumpuk dan antre untuk ditangani,” kata Dede, Minggu (31/5/52026).
Menurut Dede, kondisi tersebut menyebabkan ritme pengangkutan sampah terganggu sehingga sampah di sejumlah TPS tidak bisa segera dipindahkan ke TPA.
Dia menjelaskan, volume sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari terus meningkat. Karena itu, penanganan persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah.
“Pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan semua pihak. Tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah, tetapi juga perlu peran aktif masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.
DLH meminta pelaku usaha, khususnya rumah makan, restoran, dan warung makan, mulai mengelola sampah secara mandiri dengan melakukan pemilahan dan pengolahan sesuai jenisnya.
“Pelaku usaha seperti rumah makan dan restoran harus mulai mengolah sampahnya sendiri agar tidak seluruhnya dibuang ke TPA,” pinta Dede.
Menurutnya, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos maupun briket sebagai bahan bakar alternatif. Sementara sampah anorganik, terutama plastik, dapat diolah menjadi RDF (refuse derived fuel) yang memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai energi.
Dede memenjelaskan, pengolahan sampah menjadi briket juga sejalan dengan program yang tengah didorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendukung kebutuhan energi sektor industri.
"Saat ini, beberapa wilayah di Kabupaten Cirebon telah mulai menerapkan pengolahan sampah menjadi RDF, di antaranya Palimanan Barat, Gempol, dan Desa Ciawigajah," jelasnya.
Selain itu, DLH juga mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. sampah organik dapat diolah melalui komposting maupun biopori sehingga jumlah sampah yang dikirim ke TPA dapat berkurang.
“Jika hanya sampah plastik yang dibuang ke TPA, beban sampah akan berkurang cukup signifikan dan usia pakai TPA bisa lebih panjang,” ucapnya.
DLH berharap kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah terus meningkat agar persoalan penumpukan sampah di TPS tidak terus berulang dan beban TPA dapat ditekan.
Editor : Doni Ramdhani


