Pilwalkot Bogor 2024, Gerindra Tutup Pendaftaran Calon F1
Pada hajat Pilwalkot Bogor 2024 ini, DPC Partai Gerindra Kota Bogor menutup pendaftaran bakal calon wali Kota Bogor (Cawalkot) pada 8 Mei 2024 pukul 20.00 WIB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Pada hajat Pilwalkot Bogor 2024 ini, DPC Partai Gerindra Kota Bogor menutup pendaftaran bakal calon wali Kota Bogor (Cawalkot) pada 8 Mei 2024 pukul 20.00 WIB.
Tiga bakal cawalkot yang diterima Gerindra yaitu Aji Jaya Bintara, Sendy Fardiansyah dan Jenal Mutaqin, akhirnya resmi mendaftar setelah mengembalikan formulir pendaftaran berkompetisi pada Pilwalkot Bogor 2024.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bogor Sopian menuturkan, tahapan penjaringan hari ini ditutup. Sejauh ini, menjelang Pilwalkot Bogor 2024 ini terhitung ada delapan orang yang mengembalikan formulir atau resmi mendaftar ke DPC Gerindra Kota Bogor.
"Pertama ada Rayendra, Farhat Abbas, Eka Maulana, Sopian, dan Dedie A Rachim. Kemudian, hari terakhir ini ada Aji Jaya Bintara, Sendi Fardiansyah. dan Jenal Mutaqin. Tahapan selanjutnya mungkin kami akan bahas dahulu dengan badan pemenangan pilkada ini," ungkap Sopian kepada wartawan.
Sopian melanjutkan, nanti pihaknya akan mengadakan rakercab, diundang semua calon, kemudian diadakan interview dan fit and proper tes. Baru nanti tanggal 16 Mei atau 18 Mei 2024, hasil penjaringan akan serahkan ke DPD Jawa Barat.
"Ranah DPC hanya penjaringan, mungkin kalau ada keputusan itu ranah DPD dan DPP, bukan kewenangan DPC. Intinya nanti secepatnya, mungkin akhir bulan ini akan ada nama yang dimunculkan. Tentunya, kan harus ada komunikasi politik, irisannya ada atau tidak. Calon internal dua pertama Jenal Mutaqin atau JM. Ya, insyaallah saya juga maju, jangan sampai Gerindra ini kekurangan kader, malu-maluin. Jadi dua lah," terangnya.
Sopian menjabarkan, tugas pihaknya juga bagaimana berkomunikasi dengan partaylain, apakah irisannya kemana yang daftar ke Gerindra ini, atau ada tidaknya afiliasi.
"Saya insyaallah maju, kang Ibnu tidak daftar dan kalau ada perintah partai akan daftar. Kami koalisi masih PKB dan akan komunikasi dengan PPP, Demokrat juga Nasdem. Kami ingin tahu irisan yang daftar ke kami itu siapa saja juga daftar kemana saja. Prediksi saya Piwalkot ini ada dua poros dan maksimal empat poros. Harapan kami majukan F1," tegasnya.
Sementara itu Bacawalkot Bogor Aji Jaya Bintara memaparkan, dirinya sengaja daftar ke Gerindra diakhir, karena menghormati Gerindra itu sebagai partai dari pembina dirinya yakni Prabowo Subianto. Sebagai kader Gerindra yang telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) di DPP, dirinya mengaku percaya diri dan yakin bahwa dirinya bisa diusung oleh Gerindra yang mengusung harapan baru Kota Bogor.
"KTA saya di DPP itu berdomisili di DKI dari 2013 sampai sekarang. Kenapa saya daftar di Bogor, itu untuk kepentingan menjadi wali kota. Jadi, setelah ini saya tidak akan daftar ke partai-partai lain lagi. Saya sudah daftar ke PDIP, Nasdem, PKB dan terakhir Gerinda. Saya berharap 4 partai ini bisa berkoalisi mengusung pasangan walikota dan wakil wali kota," ungkap pria yang akrab disapa Kang Jaya.
Kang Jaya mengaku, dirinya yakin dan optimis. Karena ada kedekatan politik dengan presiden terpilih, itu faktor pertama karena setiap pemimpin kepala daerah itu harus bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah pusat.
"Salah satu program saya itu kan sebenarnya irisan dengan pemerintah pusat, sangat ada yaitu program makan siang dan susu gratis. Saya konsisten untuk mengurangi stunting dan meningkatkan gizi anak dan ibu hamil," tuturnya.
Terpisah, Bacawalkot Bogor Sendi Fardiansyah menyatakan, dirinya mengembalikan formulir di hari terakhir pendaftaran di Gerindra tanggal 8 Mei 2024 dan akan mengikuti seluruh rangkaian mekanisme yang ada di pantai ini, Insya Allah jadi bukti keseriusan bahwa dirinya ingin bersama-sama dengan partai Gerindra.
"Ya, sebenarnya sama sih mungkin calon lain juga sama akan melakukan komunikasi baik di tingkat DPC, DPD maupun tingkat DPP. Tapi kami ikuti semua dari komunikasi sampai mekanismenya kita ikuti semuanya," tuturnya.
Sendi mengungkapkan, sudah mengembalikan formulir pendaftaran bacawalkot ke PDIP, PKB, Demokrat, Nasdem dan terakhir Gerindra. Tinggal nanti lihat ke depan apakah ada partai lain yang membuka penjaringan tentu akan ia coba daftar juga.
"Saya kira ngga kalo menjadi wakil ya. Kalau saya melihat di Kota Bogor ini, beberapa waktu ke belakang misalnya Pak Bima periode kedua calonnya banyak, juga Pak Diani dulu periode kedua begitu sangat populer ada juga penantangnya," tegasnya.
Bacawalkot lainnya Jenal Mutaqin membeberkan, kebanggaan dan kepercayaan dirinya mendaftar ke Gerindra ini karena merupakan kader internal. Jadi tidak mendaftar ke partai lain.
"Gerindra memberikan rekomendasi ke saya atau tidak, yang penting internal yang diusung. Tiket dan mandat itu kalau saya maju ya dari Gerindra. Insyaallah untuk DPP dan DPD Jawa Barat sudah berkomunikasi. Secara hirarki mekanisme partai ditempuh dan secara komunikasi politik ditempuh," tegas pria yang akrab disapa JM.
JM memaparkan, sampai menjelang penutupan ada dua kader internal yang mendaftar, ini menyeimbangkan kader eksternal yang daftar.
"Justru saya sangat senang, semakin banyak opsi pilihan kader internal, sehingga DPP akan menilai Kota Bogor punya kesiapan dan punya kader siap mental untuk bertarung. Pak Sopian adalah ketua DPC Partai Gerindra Kota Bogor. Disemua wilayah Ketua DPC diharuskan maju ya. Menjadi lebih kaya kadernya untuk maju," pungkasnya. (rizki mauludi)
Editor : Doni Ramdhani

