Pj Wali Kota Bogor Beri Arahan Tegas Bagi ASN, Jangan Ikut Kampanye !
Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari mengingatkan dan menegaskan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN tentang netralitas di lingkungan Pemkot Bogor. Bisa diambil dari kutipan petinju legendaris, Mike Tyson.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari mengingatkan dan menegaskan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN tentang netralitas di lingkungan Pemkot Bogor. Bisa diambil dari kutipan petinju legendaris, Mike Tyson.
"Apel ini bentuk dari kedisiplinan. Menurut Mike Tyson, disiplin itu melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan buat kita, tapi tetap kita lakukan dengan cara menyenangkan. Contohnya, tetap tersenyum melaksanakan apel pagi walaupun tidak suka, karena ini bagian dari komitmen yang sudah disepakati," ungkap Hery kepada wartawan pada Selasa 1 Oktober 2024.
"Jadi tepat 25 September 2024 kemarin, kita juga sudah memasuki hari kampanye Pilkada serentak 2024. Saya mengimbau seluruh ASN menghindari kampanye karena sanksinya dicopot dari jabatan," tegas Hery.
Hery memaparkan, memasuki bulan Oktober ini, merupakan awal dari triwulan keempat alias triwulan terakhir di 2024. Di triwulan keempat ini, menurut Pj Wali Kota Bogor kerap kali membuat PNS menjadi sangat sibuk dibanding triwulan lainnya.
"Mengingat anggaran harus dieksekusi dan tentu banyak hal dalam perubahan yang memerlukan kecepatan untuk dikejar. Maka itu, saya mengingatkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar konsisten," paparnya.
"Saya minta kepada seluruh OPD agar konsisten. Arus kas yang sudah direncanakan di awal jangan sampai hanya formalitas (yang penting ada), tapi harus betul-betul dipikirkan di awal. Karena kami sering terjebak dengan kebiasaan itu tanpa ada solusi konkret dalam melakukan perencanaan setiap tahunnya," tegasnya.
Hery juga mengingatkan agar masing-masing OPD melakukan percepatan dan melaksanakan berbagai program kegiatan yang masih belum terlaksana. Jika mengalami kesulitan dalam melakukan penyerapan anggaran, bisa melakukan mitigasi kesulitan tersebut dan melaporkannya ke pimpinan dan Sekda Kota Bogor.
"Saya harap tingkat penyerapan tahun ini tidak lebih kecil dari tahun lalu, kalau bisa lebih dari persentase penyerapan anggaran setiap tahunnya. Bahwa Pemkot Bogor sedang melakukan proses finalisasi rencana 2025. Dirinya meminta agar setiap perencanaan triwulan maupun per bulannya di 2025 dicermati secara baik," tambah Hery.
Hery menekankan, jika kegiatan tersebut selalu meleset, harus dipertimbangkan penempatannya dan tidak dilakukan di triwulan awal. Walaupun, kadang-kadang kegiatan tersebut berkaitan dengan aturan dan keseimbangan dukungan dari Pemerintah Pusat.
Editor : Ahmad Sayuti

