Pj Wali Kota Gaungkan Kembali Basuh Anting Untuk Tekan Angka Stunting
Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari kembali menggalakan program inovasi Bapak asuh anak stunting/orangtua asuh anak stunting
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari kembali menggalakan program inovasi Bapak asuh anak stunting/orangtua asuh anak stunting (Basuh Anting) dengan menggerakkan semua perangkat daerah untuk ikut dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Bogor.
Ini merupakan komitmen penuh Pemkot Bogor untuk menumbuhkan generasi yang sehat dan kuat menuju Kota Bogor zero stunting.
Hery Antasari menekankan, agar seluruh program yang dibuat agar ditambah dengan inovasi lain dari setiap perangkat daerah dan bisa dijalankan dengan optimal. Sehingga kerja sama kolaborasi yang terjalin dalam tim percepatan penurunan stunting menjadi peningkatan terhadap pelayanan kepada masyarakat agar menjadi lebih baik lagi.
"Yang paling penting adalah komitmen bersama, juga terbentuk program dan sebagainya. Serta dijalankan dengan optimal," tegas Hery kepadanya wartawan pada Minggu 7 Juli 2024.
Hery memaparkan, berdasarkan data tahun 2023 angka stunting Kota Bogor turun dari 2.363 menjadi 1.849 atau turun 514 anak. Kemudian, data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dari hasil penimbangan tahun 2023 turun 0,5 persen dari 2,3 persen.
Sementara itu, Sekretaris daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan dengan data tersebut Pemkot Bogor memiliki gambaran untuk meningkatkan upaya dalam mengatasi stunting. Untuk itu di tahun 2024 perlu kerja ekstra dua kali lipat dengan optimalisasi program inovasi yang ada diantaranya adalah dengan Pemkot intervensi anak stunting dengan memberikan protein dari telur (PentingLur) dan Basuh Anting.
"Dengan begitu berarti upaya kami harus lebih, dua kali bikin inovasinya, dua kali bantuannya untuk anak-anak stunting ini. Jadi semua dua kali, waktu kami tahun ini tinggal 6 bulan. Kemudian nanti di bulan Agustus dari hasil yang ada kami valuasi lagi," ungkap Syarifah yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Bogor.
Syarifah menjelaskan, pengentasan stunting ini sangat penting dilakukan sejak dini, sebab setiap anak memiliki waktu dua tahun dalam masa tumbuh kembang untuk bisa lepas dari stunting.
"Jadi itu upaya yang akan kami lakukan. Tidak hanya semata-mata karena mengejar target. InsyaAllah ketika semua turun maka Kota Bogor akan menyambut bonus demografi dengan anak-anak yang tumbuh dan kembang serta kualitas yang baik," jelas Syarifah.
Terpisah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Anas S. Rasmana menjelaskan, setiap perangkat daerah memiliki lima tugas pokok dalam menjalankan program basuh anting, yaitu memastikan anak stunting dan resiko stunting memiliki administrasi kependudukan, BPJS Kesehatan (Akses pelayanan kesehatan), melakukan pengecekan kondisi rumah (RTLH/tidak), mencarikan donatur untuk turut serta melakukan intervensi melalui makanan tambahan atau perbaikan rumah (ventilasi/sanitas dan sebagainya), melakukan sosialisasi dan edukasi, serta melakukan koordinasi apa yang dibutuhkan dalam upaya mengentaskan stunting kepada perangkat daerah terkait.
"Jadi nanti untuk perangkat daerah mengecek kondisi rumahnya bagaimana ventilasinya, sanitasinya kemudian apakah dalam satu rumah itu ada perokok, bagaimana pola asuhnya konsumsi makanan nya dan sebagainya, kemudian bisa dicarikan donatur atau koordinasi dengan kami atau dengan dinas terkait langsung," pungkas Anas.
Editor : Ahmad Sayuti

