Polda Metro Jaya Usut Dugaan Penistaan Agama dalam Buku ‘Memburu Muhammad’

Berikut kronologi dan awal mula terungkapnya dugaan penistaan agama dalam buku Memburu Muhammad.

Polda Metro Jaya Usut Dugaan Penistaan Agama dalam Buku ‘Memburu Muhammad’
Polda Metro Jaya Usut Dugaan Penistaan Agama dalam Buku ‘Memburu Muhammad’

INILAHKORAN.ID - Polda Metro Jaya mulai turun tangan mendalami dugaan penistaan agama terkait viralnya buku berjudul "Memburu Muhammad" di media sosial. 

Hal ini merupakan respons atas polemik publik yang sebelumnya berujung pada penolakan dan pembatalan acara bedah buku di Bogor, Jawa Barat.

​Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan, kepolisian berkomitmen menindaklanjuti setiap informasi yang berpotensi memicu keresahan masyarakat.

​"Ini baru kami dengar. Pastinya, kalau ada informasi seperti itu, kami mengucapkan terima kasih. Ini pasti akan didalami, baik dari Direktorat Siber apabila itu memang berada di dunia digital, dan pasti juga akan ditangani pihak Ditreskrimum," ujar Budi Hermanto di Jakarta, Kamis.

​Isu sensitif yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dinilai sangat rawan mengganggu kondusivitas publik.

​"Kita melihat bagaimana adanya informasi-informasi yang menyesatkan masyarakat, apalagi terkait tentang suku, agama, dan ras. Ini menjadi perhatian kita bersama," tambahnya.

​Kronologi Awal Mula Terungkapnya Kontroversi

​Polemik mengenai buku karya penulis Feby Indriani ini bermula saat gelombang perbincangan hangat memenuhi media sosial. Puncaknya terjadi ketika rencana kegiatan diskusi dan bedah buku di Bogor mendadak dibatalkan akibat aksi penolakan dari sekelompok organisasi masyarakat (ormas).

​Melalui akun media sosial Threads miliknya, Feby Indriani menjelaskan bahwa pihak ormas mempermasalahkan judul buku beserta subjudul acara yang disusun oleh panitia. Bahkan, pihak penolak dikabarkan sempat mengancam akan mengerahkan sekitar 200 orang massa ke lokasi acara.

​"Pihak perpustakaan sebagai penyedia venue tentu cemas fasilitas mereka dirusak. Pihak panitia mencemaskan keamanan dan lancarnya keberlangsungan acara keseluruhan," tulis Feby dalam unggahannya.

​Sorotan Warganet dan Tuntutan Penghentian Peredaran Buku

​Tak hanya penolakan secara langsung di lapangan, gelombang protes juga marak disuarakan oleh netizen di dunia maya. Salah satu unggahan viral dari akun Instagram @iyuztagram menyoroti buku "Memburu Muhammad" beserta karya Feby sebelumnya yang berjudul "Bukan Perawan Maria".

​Dalam unggahan tersebut, kedua karya itu disebut sebagai bagian dari seri trilogi bertema "Islamisme Magis". Sejumlah warganet mendesak agar peredaran buku-buku tersebut segera dihentikan karena dianggap berpotensi menodai ajaran agama Islam, sekaligus menuntut pencegahan terhadap penerbitan buku ketiga dari seri trilogi tersebut.


Editor : Firda Rachmawati