Polisi Cek Lab Bapokting di Pasar Kosambi
Satgas Pangan Polda Jabar, melakukan pengecekan serta infeksi Bahan Pokok Penting (Bapokting) di Pasar Kosambi, Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - satgas pangan Polda Jabar, melakukan pengecekan serta infeksi Bahan Pokok Penting (Bapokting) di pasar kosambi, Kota Bandung.
Tak hanya melakukan pengecekan stok dan harga, mereka juga melakukan pengetesan barang dagangan menggunakan mobile laboratorium. Inspeksi tersebut dilakukan dalam rangka menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru.
Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Jawa Barat, AKBP Maruly Pardede mengatakan, tes fisik dan tes laboratorium dilakukan untuk memastikan bahwa Bapokting yang dijual di pasar kosambi bebas dari bahan-bahan kimia berbahaya. satgas pangan juga melakukan pengecekan terhadap harga Bapokting.
"Dari random sampling Bapokting di wilayah Kota Bandung, yang pertama dari 14 item bahan pokok yang diuji lab ya di mobil lab kita ini bahwa semuanya terhindar dari yang namanya bahan pestisida. Kemudian bahan-bahan pengawet berbahaya bagi kondisi tubuh atau keamanan tubuh, yang ketiga layak atau tidaknya. Semuanya itu layak dan bisa dikonsumsi dengan baik," ucap Maruly usai inspeksi, Jumat (20/12/2024).
Dia mengatakan, ketersedian Bapokting di wilayah Kota Bandung juga dipastikan cukup untuk hari raya Natal dan Tahun Baru. Menurutnya, harga bahan pokok juga hingga saat ini masih dalam keadaan stabil.
"Tadi kita langsung cek, tanya, dan interview dengan para pedagang seperti telur. Stoknya untuk Natal dan tahun baru ke depan cukup. Harga ini cenderung seminggu ke belakang stabil ya, yaitu di Rp32.000 per kilo. Memang di sebelumnya ada beberapa kenaikan dan penurunan," kata dia.
Maruly mengatakan, pihaknya telah melakukan antisipasi apabila terjadi kenaikan harga bahan pokok menjelang harj raya Natal. Salah satunya, adalah melakukan pengecekan langsung ke pihak distributor.
"Memang ada beberapa tadi yang dari suppliernya agak sulit. Kita coba nanti cek ke hulunya, sehingga jangan sampai ada sumbatan-sumbatan jalur distribusi yang mungkin bisa kita pecah, sehingga tidak terhambat dengan stok yang mungkin akan menimbulkan naikan harga," kata Maruly.
Menurut Maruly, permintaan bahan pokok dsri masyarakat diperkirakan akan terjadi peningkatan mendekati hari raya Natal. Namun, dia pun memastikan persediaan dari pihak distributor sudah mencukupi.
"Sementara permintaan mungkin menjelang Natal dan Tahun Baru itu meningkat mungkin harganya jadi naik ya. Tapi secara umum untuk supplynya mencukupi," ucap dia.***
Editor : JakaPermana

