Polisi Larang BEM SI Gelar Aksi, dr Eva:Â Matinya Demokrasi di Negara yang Katanya Demokratis
Ketua Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu, dr. Eva Sri Diana Chaniago, angkat bicara terkait dilarangnya demo yang dilakukan BEM SI.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Ketua Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu, dr. Eva Sri Diana Chaniago, angkat bicara terkait dilarangnya demo yang dilakukan BEM SI di depan Gedung KPK.
Melalui akun twitternya, Eva menyoroti sikap polisi yang melarang mahasiswa untuk mendekati Gedung KPK karena alasan protokol kesehatan pandemi Covid-19.
Bahkan, dia mengatakan sekalipun pandemi tak ada BEM SI tetap tidak akan diizinkan untuk berdemo di depan Gedung KPK.
"Wow... Ngga pakai covid juga ngga bakal boleh demo..," cuit diana melalui twitter @__Sridiana_3va.
Eva mengatakan, larangan demo yang menimpa BEM SI ini menunjukan telah matinya demokrasi di negara ini.
"Matinya demokrasi di negara yg katanya negara demokrasi. Yeaaah.. kamu terlalu !!" imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian tidak memberoka akses Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang hendak menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung KPK.
Polisi beralasan, larangan itu dilakukan karena penilaiannya yang menganggap mahasiswa tidak taat protokol kesehatan.*** (Yosep Saepul Ramdan)
| ReplyForward |
Editor : inilahkoran

