Polisi Ungkap Kronologi Kepulangan Perempuan Asal Cililin

Kepolisian mengungkap kronologi kepulangan MN (23), warga Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Polisi Ungkap Kronologi Kepulangan Perempuan Asal Cililin
Kepolisian mengungkap kronologi kepulangan MN (23), warga Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, yang sebelumnya dilaporkan hilang.

INILAHKORAN.ID-Kepolisian mengungkap kronologi kepulangan MN (23), warga Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, yang sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga menjadi korban penculikan.

Kanit Reskrim Polsek Cililin, Ipda Fakhmi Zainal Hidayat, mengatakan korban dipulangkan dari Baturaja, Sumatera Selatan, bersama terduga pelaku berinisial MRSA (23) dan ibu kandung pelaku.

Rombongan tiba di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, terduga pelaku tidak mengantar korban hingga ke rumahnya di Kecamatan Cililin.

"Sebelum memasuki area terminal, pelaku turun duluan dan pergi meninggalkan lokasi," kata Fakhmi, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, informasi mengenai kedatangan korban telah lebih dulu disampaikan kepada pihak keluarga. Mendapat kabar tersebut, paman korban langsung menuju Terminal Leuwipanjang untuk menjemput MN dan membawanya pulang ke rumah dalam keadaan selamat.

Polisi memastikan penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap motif di balik peristiwa tersebut, termasuk menelusuri aktivitas dan perjalanan korban selama dinyatakan hilang sejak 12 Juli 2026.

Meski demikian, penyidik belum akan meminta keterangan secara mendalam dari korban. Saat ini, kepolisian lebih mengutamakan proses pemulihan psikologis mengingat korban masih mengalami trauma.

"Untuk proses hukum terus berjalan dengan tetap mengutamakan pemulihan kondisi psikologis korban sebelum meminta keterangan lengkap," ujar Fakhmi.

Sebelumnya, Polisi memastikan kondisi fisik MN dalam keadaan baik dan tidak ditemukan luka luar. Namun, korban masih mengalami trauma sehingga akan mendapatkan pendampingan psikologis sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan.***


Editor : JakaPermana