Porseni Madrasah Jabar Digelar di Kota Tasikmalaya, 5.825 Atlet Siap Unjuk Prestasi

Sebanyak 5.825 atlet madrasah dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Siswa Madrasah tingkat Provinsi Jawa Barat

Porseni Madrasah Jabar Digelar di Kota Tasikmalaya, 5.825 Atlet Siap Unjuk Prestasi
5.825 atlet madrasah dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Siswa Madrasah tingkat Provinsi Jawa Barat.

INILAHKORAN.ID-Sebanyak 5.825 atlet Madrasah dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Siswa Madrasah tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 di Kota Tasikmalaya.


Kegiatan yang digelar Pengurus Wilayah (PW) Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Jawa Barat tersebut resmi dibuka di Lapangan Alun-Alun Dadaha, Kota Tasikmalaya, Sabtu (22/8/2026).


Porseni mengusung tema “Bersatu dalam Bakat, Unggul dalam Taat” dan berlangsung selama tiga hari, 22-24 Agustus 2026.

Selain menjadi ajang kompetisi, Porseni Madrasah ini diarahkan untuk mengembangkan potensi dan kreativitas siswa, sekaligus membangun karakter, sportivitas, kepercayaan diri, serta rasa kebersamaan antarsiswa Madrasah.


Cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi bulu tangkis, tenis meja, futsal, dan bola voli. Sementara cabang seni di antaranya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), pidato bahasa Indonesia, bahasa Arab dan bahasa Inggris, kaligrafi, serta solo vokal.


Peserta berasal dari tiga jenjang pendidikan, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).


Untuk jenjang MI, tercatat 1.240 atlet, 536 ofisial dan satu ketua kontingen. Jenjang MTs diikuti 1.451 atlet, 626 ofisial dan satu ketua kontingen. Sedangkan jenjang MA terdiri atas 1.330 atlet, 615 ofisial dan satu ketua kontingen.


Penyelenggara menyebut total atlet yang datang ke Kota Tasikmalaya mencapai 5.825 orang, dengan jumlah kontingen dan pendukung keseluruhan mencapai lebih dari 7.000 orang.


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Barat, H. Dudu Rohman, mengapresiasi Kota Tasikmalaya yang telah memfasilitasi pelaksanaan Porseni tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi sarana untuk menggali dan mengembangkan potensi peserta didik, baik dalam bidang pendidikan maupun olahraga.


“Tujuan untuk pelaksanaan Porseni ini tiada lain untuk memberikan potensi anak didik kita, baik itu di bidang pendidikan maupun olahraga,” kata Dudu.


Ia berharap Porseni menjadi momentum untuk membuktikan bahwa siswa Madrasah mampu berprestasi dan bersaing dengan siswa dari sekolah umum.


“Mudah-mudahan ini menjadi kolaborasi yang sangat luar biasa bahwa anak-anak Madrasah mampu memberikan yang terbaik, prestasinya juga tidak kalah dengan sekolah-sekolah umum,” ujarnya.


Ketua PW PGM Indonesia Jawa Barat, Asep Rizal Asy’ari, mengatakan Porseni bukan sekadar ajang untuk mencari juara. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi wadah memperkuat sportivitas dan silaturahmi sekaligus menunjukkan kualitas siswa Madrasah.


“Kita tahu perhelatan ini bukan hanya sekadar kompetisi, tapi menguatkan sportivitas, menguatkan silaturahmi, dan membuktikan bahwa siswa Madrasah bisa berprestasi, maju, bermutu, dan mendunia,” kata Asep.


Ia menilai keterlibatan ribuan siswa, guru, ketua kontingen dan pendamping menjadi bukti adanya semangat bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan Madrasah, tidak hanya dari sisi akademik dan keagamaan, tetapi juga olahraga dan seni budaya.


“Ketika Pak Kanwil H. Dudu Rohman menginstruksikan harus ada prestasi yang dimiliki oleh siswa Madrasah, maka hari ini di tanah kelahiran beliau, di tanah kelahirannya Pak Wali Kota, kita mengembangkan sayap bahwa siswa Madrasah di Jawa Barat adalah terbaik untuk Indonesia,” ujarnya.


Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan Porseni menjadi momentum penting untuk menanamkan semangat sportivitas, mimpi dan kepercayaan diri kepada para siswa.


Ia mengutip semangat petinju legendaris dunia Muhammad Ali yang menurutnya relevan dengan perjuangan para peserta.


“Juara itu tidak diciptakan di tempat latihan, tapi juara itu diciptakan dari sesuatu yang mereka miliki di dalam diri mereka, yaitu sebuah keinginan, sebuah mimpi, dan sebuah visi,” kata Viman.


Viman menegaskan, yang terpenting dari kegiatan tersebut bukan semata-mata meraih juara, melainkan bagaimana siswa memiliki semangat, sportivitas, mimpi dan visi untuk meraih masa depan.

Ia juga menyambut kedatangan ribuan peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat dan meminta seluruh unsur masyarakat Kota Tasikmalaya menjadi tuan rumah yang baik.


“Ini sebuah kebanggaan Kota Tasikmalaya didatangi 7.000 lebih kontingen datang ke Kota Tasikmalaya. Kita buktikan bahwa sebagai tuan rumah yang baik, kita harus bisa menerima tamu dengan baik,” pungkasnya.***


Editor : JakaPermana