Reaktivasi Husein Jadi Andalan Kota Bandung Kejar Target Investasi Rp12 Triliun

Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara dinilai menjadi salah satu pengungkit iklim investasi di Kota Bandung. Pemkot Bandung mendorong target investasi tahun in

Reaktivasi Husein Jadi Andalan Kota Bandung Kejar Target Investasi Rp12 Triliun

INILAHKORAN.ID-Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara dinilai menjadi salah satu pengungkit iklim investasi di Kota Bandung. Pemkot Bandung mendorong target investasi tahun ini meningkat dari Rp11 triliun menjadi Rp12 triliun.

Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Eric Mohamad Atthauriq mengatakan, kembali dibukanya penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara dapat memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan daya tarik Kota Bandung bagi investor.

“Dibukanya kembali Bandara Husein Sastranegara, menjadi pendorong utama iklim investasi,” kata Eric Muhamad Atthauriq, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, salah satu peluang yang diharapkan tumbuh berasal dari meningkatnya penanaman modal asing (PMA). Saat ini, porsi PMA dalam investasi di Kota Bandung masih berada di kisaran 15 persen.

“Dibukanya penerbangan internasional diharapkan meningkatkan porsi penanaman modal asing, yang saat ini berada di angka 15 persen,” ucapnya.

Dia menilai, peningkatan konektivitas internasional dapat membuka peluang investasi di sejumlah sektor. Beberapa di antaranya yakni kuliner, jasa dan perdagangan yang dinilai memiliki potensi berkembang seiring meningkatnya mobilitas orang dan aktivitas ekonomi.

“Dari target investasi sebesar Rp11 triliun, pak wali kota mendorong agar bisa mencapai Rp12 triliun,” ujar dia.

Sambung dia, kedatangan delegasi dari luar negeri juga menunjukkan adanya peluang kerja sama ekonomi yang dapat dikembangkan. Salah satunya kunjungan delegasi dari Selangor, Malaysia yang kemudian menggelar Selangor summit di Kota Bandung.

“Komitmen investasi dan kunjungan dari pihak luar negeri sangat positif bagi perputaran ekonomi Kota Bandung,” jelasnya.

Dengan kembali beroperasinya penerbangan internasional, pihaknya berharap konektivitas tersebut tidak hanya meningkatkan mobilitas penumpang. Namun juga memperluas peluang investasi.

"Target Rp12 triliun menjadi salah satu sasaran yang ingin kami capai melalui penguatan iklim usaha, dan masuknya investasi dari luar negeri," tandas dia.***


Editor : JakaPermana