Pos Indonesia Dorong Sistem Logistik Terpadu dengan Mengandalkan Sinergi Antar-BUMN
Beberapa waktu lalu, Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR digelar di Stasiun KCIC Tegalluar Summarecon. Momen itu sebagai bagian dari pengawasan transformasi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Beberapa waktu lalu, Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR digelar di Stasiun KCIC Tegalluar Summarecon. Momen itu sebagai bagian dari pengawasan transformasi sektor logistik nasional.
Dalam agenda tersebut, Pos Indonesia memaparkan kinerja perusahaan sekaligus strategi pengembangan ke depan. Direktur Utama Pos Indonesia Daud Joseph mengatakan, pihaknya mendorong integrasi sistem logistik yang lebih terpusat dan terkoordinasi.
Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung pembentukan holding logistik BUMN.
Penguatan sistem logistik yang terintegrasi dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kecepatan distribusi, memperjelas alur koordinasi, serta mendorong peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh.
Dengan jaringan yang luas dan dukungan transformasi digital, Pos Indonesia terus mengoptimalkan perannya dalam memperkuat konektivitas nasional.
“Kami terus mendorong terwujudnya sistem logistik yang terintegrasi dan terpusat, sehingga seluruh proses dapat berjalan lebih efektif dan saling terhubung. Ini menjadi bagian dari kesiapan Pos Indonesia dalam mendukung pembentukan holding logistik, sekaligus memastikan layanan distribusi yang lebih cepat dan andal bagi masyarakat," tutur Daud.
Melalui kolaborasi dan sinergi antar-BUMN, termasuk dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Pos Indonesia optimistis dapat memperkuat ekosistem logistik nasional yang lebih efisien dan berdaya saing.
Kegiatan itu dihadiri anggota Komisi VI DPR RI, termasuk Gde Sumarjaya Linggih. Hadir pula Direktur Utama PT Pos Indonesia Daud Joseph beserta jajaran direksi, serta perwakilan PT Kereta Api Indonesia (KAI) termasuk Direktur Keuangan & Umum Indarto Pamoengkas.
Editor : Doni Ramdhani

