Potensi Strategis Indonesia dalam Pusaran Geopolitik Global: Nurul Arifin Tegaskan Pentingnya Hilirisasi demi Kesejahteraan Bangsa

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin, menggarisbawahi pentingnya program hilirisasi sebagai strategi nasional untuk memaksimalkan potensi kekayaan alam Indonesia

Potensi Strategis Indonesia dalam Pusaran Geopolitik Global: Nurul Arifin Tegaskan Pentingnya Hilirisasi demi Kesejahteraan Bangsa
Potensi Strategis Indonesia dalam Pusaran Geopolitik Global: Nurul Arifin Tegaskan Pentingnya Hilirisasi demi Kesejahteraan Bangsa

INILAHKORAN, Bandung – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin, menggarisbawahi pentingnya program Hilirisasi sebagai strategi nasional untuk memaksimalkan potensi kekayaan alam Indonesia.

Nurul menyoroti posisi geografis Indonesia yang sangat menguntungkan serta kekayaan sumber daya alam, khususnya nikel.

"Sudah tepat program hilirisasi. Indonesia kan punya cadangan terbesar nikel, ada 43 persen," tegas Nurul Arifin dikutip dari RRI.co.id.

Menurutnya, kebijakan hilirisasi adalah langkah konkret yang sejalan dengan program Asta Cita Presiden Joko Widodo, yang menekankan pada peningkatan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri demi kesejahteraan rakyat.

Nurul juga mengapresiasi pencapaian Indonesia sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk dalam kelompok negara-negara besar G20.

Ia menilai, posisi ini tak lepas dari letak geografis Indonesia yang strategis, serta peran aktif pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di panggung ekonomi dan politik global.

“Saat ini kita jadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk G20. Jadi, memang kondisi geografis Indonesia menguntungkan sekali,” ungkapnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersabar dan terus mendukung langkah-langkah strategis pemerintah.

Pernyataan Nurul Arifin ini senada dengan apa yang disampaikan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, dalam sebuah diskusi publik di kantor DPP Partai Golkar sehari sebelumnya, Kamis (8/5/2025).

Dalam pemaparannya, Bahlil menjelaskan betapa pentingnya posisi Indonesia dalam percaturan global.

Dengan cadangan nikel yang mencapai 43 persen dari total cadangan dunia, Indonesia menjadi aktor kunci dalam industri kendaraan listrik global. Hilirisasi tidak hanya membuka peluang investasi dan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat posisi tawar Indonesia dalam rantai pasok dunia.

Secara keseluruhan, dukungan dari berbagai pihak terhadap program hilirisasi menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk membangun ekonomi Indonesia yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.

Nurul Arifin dan Bahlil Lahadalia adalah contoh pemimpin yang mendorong transformasi ini secara visioner dan terstruktur.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan