Potensinya Besar, Pemprov Jabar Dorong Pelaku Usaha Inovatif Tembus Pasar Global
Kepala Bidang Usaha Kecil Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Provinsi Jawa Barat Ucup Yusuf mengungkapkan, dari business meeting yang dilakukan bersama delegasi Provinsi Heliongjiang China, didapati bahwa produk lokal berpotensi merambah pasar global.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Kepala Bidang Usaha Kecil Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Provinsi Jawa Barat Ucup Yusuf mengungkapkan, dari business meeting yang dilakukan bersama delegasi Provinsi Heliongjiang China, didapati bahwa produk lokal berpotensi merambah Pasar Global.
Dimana produk dari 40 pelaku usaha lokal yang ditawarkan kepada 30 pengusaha delegasi Provinsi Heliongjiang, diakuinya menarik minat mereka.
Catatannya, pelaku usaha tersebut harus inovatif, supaya pembeli asing tertarik untuk membeli. Utamanya olahan komoditas hasil pertanian.
"Untuk buah, salak. Disana itu jarang. Terus manggis, bahkan kelapa jarang. Kendalanya di pengiriman. Kalau tepat guna, diolah misal kelapa untuk santan," ujar Ucup usai business meeting antara 40 pelaku usaha Jabar dengan 30 delegasi atau pengusaha Provinsi Heliongjiang China, di Hotel Pullman, Kota Bandung, Selasa 29 Oktober 2024.
Selain inovasi, konsistensi juga menjadi vital untuk masuk ke pasar global. Dimana pelaku usaha atau UMKM harus mampu memastikan kesiapan produksinya, untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Sebab kata Ucup, pasar luar negeri pasti akan membutuhkan komoditas dalam skala besar yang harus mampu dipenuhi oleh produsen, bila ingin bertahan di pasar global.
Jika tidak, sulit kata dia untuk menembus pasar global. Belum lagi negara luar sangat selektif, untuk menerima masuk barang dari negara lain.
"Tinggal komitmennya, kalau sudah bertransaksi dengan luar. Sanggup enggak? Jangan di awal semangat, begitu ada kontrak permintaan banyak, tidak dikerjakan," ucapnya.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

