PPKM Level 3 Gak Ngaruh, Lapangan Upakarti Pemkab Bandung Dikerumuni Warga

Meski sudah diberlakukan PPKM level 3 aktivitas masyarakat di Lapangan Upakarti Pemkab Bandung masih ramai dan menimbulkan kerumunan

PPKM Level 3 Gak Ngaruh, Lapangan Upakarti Pemkab Bandung Dikerumuni Warga
Meski sudah diterapkan PPKM level 3 warga masih berkerumun di Lapangan Upakarti Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badnung

INILAHKORAN, Bandung - Pemkab Bandung telah menerapkan PPKM level 3. Namun aktivitas masyarakat hari Minggu pagi di Lapangan Upakarti Komplek Pemkab Bandung, masih tetap berjalan seperti biasanya, bahkan menyebabkan kerumunan.

Meski varian baru covid-19 Omicron sedang mengganas, namun kerumunan masyarakat yang beraktivitas olaharaga pagi dan berjalan-jalan di Lapangan Upakarti Pemkab Bandung nampak berlangsung seperti biasanya.

Berdasarkan pantauan INILAHKORAN pada Minggu 13 Februari 2022 pagi, aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu kerumunan di Lapangan Upakarti Komplek Pemkab  Bandung berjalan seperti biasanya. Di antaranya, kegiatan senam pagi di tengah lapangan yang diikuti oleh masyarakat khususnya para ibu, masih berjalan seperti biasa dipandu oleh beberapa instruktur dan diriingi musik dari pengeras suara. Jogging track (lintasan lari) di lapangan tersebut pun dipenuhi oleh warga yang olahraga lari atau sekedar jalan santai.

Baca Juga: Selamat! Suho EXO Akhirnya Menyelesaikan Tugas Wajib Militernya Hari Ini

Tak hanya itu saja, para pedagang yang berad disekitaran Lapangan Upakarti Komplek Pemerintahan Kabupaten Bandung dan juga di kawasan Masjid Raya Alfathu nampak ramai berdagang seperti biasanya. Bahkan, beberapa tenda pedagang pun dipasang di depan Lapangan Upakarti yang masuk ke area jalan dan parkiran Komplek Pemerintahan Kabupaten Bandung.

"Mengkhawatirkan saja, di satu sisi pemerintah memberlakukan PPKM Level 3 karena covid-19 Omicron katanya naik. Tapi kok pemerintah tidak mencegah adanya kerumunan, apalagi ini terjadi di kawasan Komplek Pemkab Bandung. Bukannya dilarang tapi kok malah difasilitasi oleh pemerintah untuk masyarakat berkerumun," kata Asep Ridwan (35) salah seorang warga yang melintas di Jalan Raya Alfathu depan Lapangan Alfathu Komplek Pemerintahan Kabupaten Bandung, di Soreang, Minggu 13 Februari 2022 pagi.

Anehnya, lanjut Asep, ia tak melihat adanya petugas dari Satgas Covid-19 atau petugas keamanan di lokasi keramaian hari Minggu pagi itu. Padahal, meskipun tidak bisa dibubarkan paling tidak kahadiran petugas diperlukan untuk mengingatkan pengunjung yang datang ke Lapangan Upakarti dan sekitarnya agar tetap memberlakukan protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker, menjaga jarak dan memakai handsanitizer jika diperlukan.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 13 Februari 2022, Nino Batalkan Tes DNA Karena Hal Ini

"Saya cuma lihat ada petugas Satpol PP di Gerbang masuk Komplek Pemkab Bandung saja. Kok aneh sekali yah, kan katanya anggaran untuk pencegahan dan operasional satgas covid itu besar dari pemerintah, tapi kok mereka lalai sekali membiarkan terjadi kerumunan orang, dan itu terjadi difasilitas milik pemerintah," katanya.

Disisi lain, Bupati Bandung Dadang Supriatna telah memberlakukan PPKM Level 3. Hal ini berkaitan dengan melonjaknya Covid-19 varian Omicron yang melanda Kabupaten Bandung dan juga beberapa daerah di wilayah Indonesia khususnya di Bandung Raya. Pihaknya mulai mensosialisasikan PPKM Level 3 ke restauran, hotel, objek wisata dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

"Ini semua sudah sesuai dengan surat edaran mendagri yang pada akhirnya semua harus bisa melaksanakan, tapi berdasarkan PPKM yang saat ini dilaksanakan, mulai dari tanggak 8 sampai 14 Februari, kita tetap pelaksanaan vaksinasi agar dipercepat," kata Dadang saat di wawancara, Jumat 11 Februari 2022 kemarin.

Baca Juga: Diduga Jalani Ritual Perguruan, 23 Warga Jember Terseret Ombak Pantai Payangan

Dadang juga mengatakan, hingga kemarin itu, jumlah yang terkonfirmasi Covid-19, dalam satu minggu ini meningkat, dari yang awalnya hanya 27 orang dalam seminggu menjadi 1022 orang. Dari 1022 orang, yang melaksanakan di isolasi terpusat (Isoter)
hanya satu orang. Dan kebanyakan pasien Covid-19 melaksanakan isolasi mandiri (Isoman) di rumahnya masing masing.

"Omicron ini tidak begitu berbahaya tapi tetap kita harus selalu waspada, minimal kita harus memakai masker, karena penyebarannya sangat cepat sehingga kita terus melakukan tracing kepada seluruh tempat terutama sekolah, jangan sampai anak anak yang lagi melaksnakan PTM ini terganggu dengan adanya penyebaran yang sangat cepat ini," ujarnya.

Terkait vaksin, Dadang mengaku sudah melayangkan surat permohonan untuk dropping vaksin-nya, karena vaksin ini sangat terbatas. Sehingga pihaknya minta kurang lebih sekitar 1,5 juta sampai 2 juta dosis vaksin, agar bisa menyelesaikan semua pelaksanaan vaksin sampai kepada booster.

Baca Juga: Terciduk! Dua Pelaku Prostitusi Online di Soreang, 2 Korban di Bawah Umur Disekap dan Dipaksa Jadi PSK

Persiapan Rumah Sakit, kata Dadang, sudah disiapkan segala kebutuhannya, diantaranya oksigen. Sehingga, dulu Kabupaten Bandung sempat kekurangan oksigen, maka sekarang oksigen sudah standby.

"Isoman di rumah sakit kita sudah siapkan, sementara ini kita pusatkan di rumah sakit Soreang yang lama. Sedangkan untuk yang isoman di desa yang sifatnya isoman mandiri tentu disiapkan oleh pemerintah desa, sedangkan yang ada di rumah masing masing tetap semua terpantau, karena Dinsos juga terus memantau dan memenuhi kebutuhan makanannya," katanya. (Rd Dani R Nugraha)


Editor : inilahkoran