PPM Jabar Hidupkan Kembali Jiwa Korsa dan Kewiraan Melalui Lomba Baris Berbaris
Pemuda Panca Marga (PPM) Jawa Barat kembali menghidupkan kembali semangat disiplin, jiwa korsa, kesamaptaan, dan kewiraan di tengah masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemuda Panca Marga (PPM) Jawa Barat kembali menghidupkan kembali semangat disiplin, jiwa korsa, kesamaptaan, dan kewiraan di tengah masyarakat melalui Lomba Ketangkasan Baris Berbaris.
Kegiatan yang digelar Markas Daerah (Mada) PPM Jawa Barat, bekerja sama dengan Kodam III/Siliwangi dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) tersebut berlangsung di Mako II Kodam III/Siliwangi.
Ketua Mada PPM Jawa Barat, MQ Iswara mengatakan, kegiatan tersebut merupakan yang pertama kali digelar dan ditargetkan menjadi agenda rutin setiap tahun.
"Kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama dan Insyaa Allah akan rutin dilaksanakan setiap tahun," ujar Iswara usai membuka lomba, Sabtu (29/8/2026).
Iswara menjelaskan, lomba ketangkasan baris berbaris tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun karakter anggota PPM di seluruh Jawa Barat.
"Niatan kami adalah bagaimana para pengurus dan anggota Pemuda Panca Marga se-Jawa Barat, dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kemudian cabang sampai ranting, kecamatan itu mempunyai jiwa korsa yang pertama," ucapnya.
Selain jiwa korsa, kata Iswara, terdapat nilai lain yang ingin kembali ditanamkan, yakni disiplin, kesamaptaan, dan kewiraan.
"Yang kedua disiplin, dan tentunya jiwa kesamaptaan dan kewiraan, ini yang sudah mulai langka sekarang. Itu yang menjadi niatan kegiatan ini," katanya.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting untuk terus dipupuk, khususnya di tengah kondisi bangsa yang membutuhkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
19 Kabupaten/Kota Ikuti Lomba
Dalam pelaksanaan perdana ini, lomba diikuti 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Namun, karena sejumlah kendala, baru 19 pimpinan cabang yang dapat ambil bagian.
“Iya, ini rencana awal diikuti oleh 27 kabupaten/kota, tapi hari ini karena ada satu dan lain hal yang hadir 19 kabupaten/kota atau 19 pimpinan cabang,” papar Iswara.
Dalan lomba ini, memperebutkan sejumlah penghargaan, termasuk Piala Bergilir Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Piala Ketua LVRI, dan Piala Ketua PPM Jawa Barat.
"Ke depan Insyaa Allah ini akan diikuti oleh seluruhnya. Sekali lagi kami berharap kejuaraan yang memperebutkan Piala Bergilir Pangdam III/Siliwangi, Bapak Mayjen TNI Kosasih, kemudian Piala Ketua Legiun Veteran, juga Ketua Pemuda Panca Marga Jawa Barat ini akan berlangsung setiap tahun, akan berlangsung rutin," ungkapnya.
Kodam III/Siliwangi Turun Langsung Jadi Juri
Guna memastikan penilaian berjalan objektif, Mada PPM Jabar menggandeng Detasemen Markas (Denma) Kodam III/Siliwangi sebagai tim penilai. Iswara memastikan, setiap peserta dinilai berdasarkan parameter yang telah ditentukan dalam lomba ketangkasan baris berbaris.
"Ya kalau lomba ketangkasan baris berbaris, tentunya sudah ada parameternya, sudah ada indikatornya. Oleh karena itu kami menggandeng Kodam III/ Siliwangi Denma (Detasemen Markas), mereka yang menilainya," ujarnya.
Beragam aspek sambung dia, akan menjadi penilaian dalam Lomba Ketangkasan Baris Berbaris PPM Jabar ini.
"Ada parameter tentunya, dari mulai seragam, kerapihan, kemudian kekompakan, variasi gerakan dan seterusnya pasti ada," ucapnya.
Bukan Sekadar Seremoni, PPM Siapkan Anggota untuk Kegiatan Nasional
Iswara menegaskan, kegiatan tersebut dirancang agar tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, anggota PPM kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan peringatan hari nasional sehingga dibutuhkan kesiapan, kedisiplinan, dan kekompakan.
"Iya, setiap tahun kan banyak kegiatan-kegiatan peringatan hari nasional. Ada HUT RI, HUT TNI, yang kami sering diminta untuk menjadi peserta," tuturnya.
Ia mencontohkan, PPM Jabar juga diminta menyiapkan satu peleton untuk mengikuti kegiatan peringatan Hari Veteran Nasional dan kegiatan di Gedung Sate. Tak hanya itu, PPM Jabar juga tengah menyiapkan diri untuk mendukung program Komponen Cadangan (Komcad).
PPM Jabar Didorong Siapkan 5.000 Peserta Komcad
Iswara yang juga Wakil Ketua DPRD Jabar itu mengungkapkan, PPM Jabar telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertahanan terkait rencana pembentukan Komcad yang merupakan salah satu program pemerintah.
Menurutnya, Jawa Barat bersama DKI Jakarta dan Banten mendapat kuota sekitar 5.000 orang untuk mengikuti program tersebut.
"Dan Jawa Barat diberikan kuota 5.000 orang. Dan kami diminta untuk bisa mengumpulkan kuota Jawa Barat, DKI, Banten itu sekitar 5.000 orang untuk Komcad," ucapnya.
Ia mengatakan, koordinasi lanjutan juga telah dilakukan. Apabila kuota tersebut tidak sepenuhnya dapat dipenuhi oleh PPM, maka akan dibantu dari unsur aparatur sipil negara (ASN).
"Jadi kami sudah diundang ke Kemenhan oleh Dirjen yang membawahinya dan kemudian Jawa Barat diminta 5.000 orang untuk mengikuti Komcad dan dari Pemuda Panca Marga kalau itu tidak tertutupi oleh Pemuda Panca Marga kemungkinan akan bertambah dari ASN di Jawa Barat," jelasnya.
PPM Jabar Tetap Fokus Bantu Veteran
Selain membangun kapasitas anggota, PPM Jabar juga tetap menjalankan kegiatan sosial, khususnya untuk membantu para veteran dan keluarga veteran yang membutuhkan.
Iswara mengatakan, aspek kesejahteraan menjadi salah satu fokus organisasi, termasuk membantu perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).
"Ya untuk kegiatan PPM dalam rangka kemerdekaan tetap ya, yaitu sekali lagi tadi yang saya sampaikan fokus kita adalah kesejahteraan," katanya.
Ia menyebut, PPM Jabar sebelumnya telah membantu veteran kurang mampu di Kabupaten Bandung Barat. Bantuan juga diberikan kepada keluarga veteran di Cirebon.
"Dalam waktu dekat ini ada satu lagi lokasi rumah tidak layak huni ya veteran yang mungkin kita akan perbaiki. Selain kepada para anggota PPM, anggota Pemuda Panca Marga yang kurang mampu, tentunya itu menjadi tanggung jawab kami. Itu masih terus kita lakukan setiap tahun kita lakukan dalam dua tahun ini," tuturnya.
Iswara menegaskan, bantuan rutilahu tersebut tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Ini bukan dari APBD ya. Sekali lagi dana ini bukan dari APBD, tapi kami menggunakan standar untuk pemberian bantuan itu menggunakan standar yang dari pemerintah," pungkasnya. ***
Editor : JakaPermana

