Prabowo Bikin Hati 20 PAC Gerindra Nangis, Bacawalkot Bandung Meleset

Keputusan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Pilwalkot Bandung membuat sebagian hati kadernya terluka dan menangis.

Prabowo Bikin Hati 20 PAC Gerindra Nangis, Bacawalkot Bandung Meleset

INILAHKORAN, Bandung – Keputusan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Pilwalkot Bandung membuat sebagian hati kadernya terluka dan menangis.

“Jujur, hati kecil kami menangis ketika ada surat dari DPP untuk Kang Dhani,” kata Ketua PAC Gerindra, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Raden Ginanjar Sutarman.

DPP Gerindra, seperti diketahui, telah menugaskan Dhani Wirianata sebagai bakal calon wali kota dalam Pemilihan Wali Kota atau Pilwalkot Bandung 2024.

Dhani Wirianata adalah mantan sekretaris pribadi Prabowo Subianto. Tapi, namanya tak termasuk 10 orang yang terjaring oleh DPC Partai Gerindra Kota Bandung.

DPC Gerindra Kota Bandung membuka proses penjaringan yang berakhir pada 12 Mei 2024 lalu. Terdapat 10 nama yang telah mendaftarkan diri langsung ke DPC Gerindra Kota Bandung.

Ada lima kader internal partai yang mendaftarkan diri. Mereka adalah Sodiq Mujahid, Arif Hamid Rahman, Edi Haryadi, Luwi, dan Jali.

Sedangkan lima nama lainnya non kader yang turut mendaftarkan yaitu Dandan Riza Wardana, Sonny Salimi, Reza Arfa, Ujang Koswara dan seniman sekaligus komedian Denny Chandra.

Raden Ginanjar mengaku kecewa kepada Partai Gerindra yang memutuskan untuk memberikan surat rekomendasi dan mendeklarasikan Ridwan Dhani Wirianata sebagai Bacawalkot Bandung. 

Dia pun mengaku telah mengambil sikap dan tidak menghadiri deklarasi tersebut. “Barusan teman-teman dari 20 PAC tidak menghadiri deklarasi di Hotel Asrilia Bandung. Karena kita kecewa,” ucapnya.

Ia menjelaskan, rekomendasi yang diberikan kepada Dhani dapat berdampak buruk terhadap Partai Gerindra. 

Pasalnya, Dhani terkesan secara tiba-tiba mendapatkan rekomendasi tanpa mengikuti proses penjaringan Bacawalkot Bandung. 

“Memang ada selentingan kalau surat yang ke Kang Dhani itu bisa ditinjau ulang kalau Dhani tidak mampu membangun koalisi. Jujur hati kecil menangis, ketika ada surat dari DPP untuk Kang Dhani,” katanya.

Tapi, dia mengaku akan tetap tegar karena ini baru surat tugas. “Belum tentu juga akan didaftarkan ke KPU. Saya harap DPP meninjau ulang rekomendasi yang dikeluarkan untuk Kang Dhani,” tambahnya.

Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani tak bisa menjelaskan secara detail. Ia bersikukuh keputusan mendeklarasikan Dhani merupakan keputusan dari DPP Gerindra terutama Prabowo.

“Prabowo ingin berbagai masalah yang ada di Kota Bandung untuk segera diselesaikan dengan baik. Baik itu masalah kemacetan, kebersihan, penataan lingkungan dan lainnya,” kata Ahmad Muzani.

Ahmad Muzani mengaku, Prabowo terlebih dahulu melakukan diskusi untuk menyerap berbagai masukan dari internal Partai Gerindra untuk memutuskan nama yang akan maju di Pilwakot Bandung.

“Maka dari itu Pak Prabowo mencari sosok yang mampu menyelesaikan masalah. Dari hasil diskusi dan berbagai macam masukan internal, Pak Prabowo sampai pada pilihan bahwa calonnya adalah Dhani Wirianata,” ucapnya. (*)


Editor : Zulfirman