INILAH, Bandung- Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sindir para elite pemerintah Indonesia yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Hal itu yang menjadikan negeri ini sulit maju.
Dia berjanji, akan mengutamakan kepentingan masyarakat andaikata Prabowo-Sandiaga Uno unggul dalam hajat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
"Saudara-saudara, elite yang ada di Jakarta itu yang menyebabkan Indonesia sekarang dalam keadaan seperti ini. Elite itu laganya saja," ujar Prabowo ketika orasi di dalam Rapat Akbar Prabowo-Sandiaga Uno di Lapangan Sidolig, Kota Bandung, Kamis (28/3).
Di hadapan ratusan simpatisan, dia mengatakan, bahwa para elite tersebut hanya sibuk mencari kekayaan pribadi, keluarga dan konco-konconya saja. Prabowo tahu persis, sebab dirinya merupakan bagian dari elite tersebut yang telah sadar.
"Saya mengerti, saya paham karema saya bagian dari elite, tapi saya bagian elite yang sadar," ucapnya.
Mantan Komandan jenderal Kopassus ini menyampaikan, setiap jabatan dan prestasi yang dia dapatkan merupakan pemberian dari rakyat. Karena itu sudah sewajarnya dia harus memperjuangkan hak rakyat.
"Di usia 18 tahun saya sekolah dibiayai rakyat, seragam saya, sepatu saya, kuliah saya, pangkat saya semeua dari rakyat sampai dengan saya memjadi jenderal," katanya.
Dia juga meminta para purnawirawan jenderal dan yang masih aktiv untuk mengutamakan kepentingan rakyat. Jangan sampai, membuat hidup masyarakat semakin kesusahan. Apalagi bila harus menggadaikan negeri ini ke negara lain.
"Hei jenderal-jenderal yang masih aktif atau yang sudah pensiun, kau bisa begitu karena rakyat Indonesia. Sampai hatikah kau biarkan rakyat Indonesia susah? Sampai hatikah kau serahkan bangsa ini kepada bangsa lain?" tegasnya.
Lanjut dia, rakyat Indonesia sudah 'kenyang' mendapatkan kecurangan dari pada elite. Begitu pula dengan janji-janji manis yang tak kunjung direalisasikan. Prabowo sampaikan, sudah cukup rakyat Indonesia mendapatkan penderitaan.
"Cukup dengan manipulasi cukup dengan intimidasi. Cukup dengan menakuti emak-emak. Beraninya dengan Emak emak. Emak emak dipenjara," pungkasnya.