Prancis vs Maroko: Bayar Tuntas Singa Atlas!
BERKALI-kali, Maroko datang bukan sebagai unggulan. Berkali-kali pula, mereka menang. Hanya ada satu tim yang jadi mimpi buruk Singa Atlas, Prancis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
BERKALI-kali Maroko datang bukan sebagai unggulan. Berkali-kali pula, mereka menang. Hanya ada satu tim yang jadi mimpi buruk Singa Atlas, Prancis.
Empat tahun lamanya, Tim Singa Atlas-julukan Maroko- memendam sebuah dendam. Mereka belum melupakan kekalahan dari Prancis di semifinal Piala Dunia Qatar 2022.
Ketika itu, Maroko yang datang sebagai tim Kuda Hitam tak mampu berbuat banyak meladeni skuat Ayam Jantan. Di Piala Dunia edisi sebelumnya, Maroko menjelma menjadi underdog paling berbahaya dan mematikan.
Mereka menyingkirkan dua raksasa sekaligus, Spanyol dan Portugal sebelum dipaksa meladeni Prancis pada laga semifinal. Maroko kalah dua gol tanpa balas, tanpa pula perlawanan berarti. Setelah kekalahan menyakitkan itu, Maroko makin menjadi-jadi.
Mereka bukan lagi tim yang sekadar mengandalkan semangat di Piala Dunia 2026 ini. Mereka berbahaya di semua lini, serta begitu kuat dalam hal kolektivitas permainan.
Maroko pun mencoba mengubah takdir pahit masa lalu dengan sebuah penebusan saat kembali bentrok Prancis di perempat final tahun ini. Kedua tim bakal berlaga di Boston Stadium, Jumat (10/7) dini hari WIB.
Prancis perlu mewaspadai transformasi strategi yang diterapkan Pelatih Mohamed Quahbi. Tangan dinginnya mampu menjadikan Maroko sebagai tim dengan sistem permainan yang begitu terorganisir rapi.
Mereka berhasil melewati babak penyisihan grup yang sulit melawan Brasil, Skotlandia, dan Haiti tanpa kekalahan, kemudian mengalahkan Belanda di babak 16 besar melalui adu penalti, dan yang terbaru mengalahkan Kanada 3-0 di babak 8 besar.
Gaya bermain Maroko sangat terorganisir, dengan transisi cepat, tekel yang keras, dan sangat berbahaya ketika lawan kehilangan penguasaan bola di lini tengah.
Menghadapi Prancis, Quahbi mengaku takkan mengubah apapun dari gaya permainan timnya. Dia hanya memberi pesan kepada para pemainnya untuk tetap tenang dan berpikir jernih di segala situasi.
”Yang perlu kita lakukan adalah bertahan dan tetap resilen ketika situasi tidak baikbaik saja,” ungkap Quahbi dikutip dari GOAL.
Saat melakoni laga 16 besar melawan Kanada, Maroko sempat berada dalam tekanan hebat. Namun, pendekata taktik Quahbi di babak kedua telah mengubah segalanya.
Azzedine Ounahi jadi bintang kemenangan dengan sumbangan dua gol, ditambah gol menit akhir dari Soufiane Rahimi.
Lini pertahanan Singa Atlas solid tanpa bobol. Hasil itu sekaligus membawa Maroko lolos ke perempat final Piala Dunia dua edisi beruntun.
”Hari ini kami bukan lagi tim kejutan. Saya pikir ini baru permulaan dan kami berharap bisa terus melangkah sejauh mungkin,” lanjut Quahbi.
Pelatih berusia 49 tahun itu juga menepis anggapan bahwa duel kontra Prancis akan menjadi ajang balas dendam atas kekalahan 0-2 pada semifinal Piala Dunia 2022.
”Kami ingin melangkah sejauh mungkin dan membuat rakyat kami bangga,” pungkasnya. Di kubu Prancis, Les Bleus tetap diunggulkan berkat kedalaman skuad dan pengalaman di turnamen besar.
Anak asuh Didier Deschamp selalu menang, dan sudah melesakkan 14 gol, hanya bobol 2 gol dalam lima laga di Piala Dunia 2026. Dua clean sheet pada fase gugur jelang kontra Singa Atlas menjadi modal berharga. Catatan pertemuan kedua tim menunjukkan bahwa Prancis lebih unggul dari Maroko.
Akan tetapi, tim-tim besar seperti Brasil dan Belanda baru saja membuktikan bahwa Singa Atlas tidak bisa dipandang remeh. Dari segi performa, Maroko termasuk penampil terbaik ke-8 di Piala Dunia 2026 dengan rapor 6,82.
Singa Atlas punya rata-rata penguasaan bola 61,1 persen dan melepaskan 12,8 tembakan perlaga. Catatan Prancis jauh lebih impresif dengan rapor 7,09. Les Bleus mencetak 14 gol, atau 4 lebih banyak daripada Maroko dengan rerata 17,6 shot perlaga.
Tidak dapat dikesampingkan adalah faktor Kylian Mbappe. Dengan torehan 7 gol dari 5 laga, sang penyerang Real Madrid adalah mesin utama bagi Les Bleus. Andai Mbappe tidak dalam hari terbaik, ada Ousmane Dembele dan Michael Olise. (bsf)
Editor : Gin gin T Ginulur

