Prancis vs Spanyol ,Serbu di Semua Penjuru!

PRANCIS tak punya alasan tampil bertahan menghadapi Spanyol. Mereka punya senjata-senjata mumpuni untuk menyerbu di segala penjuru.

Prancis vs Spanyol ,Serbu di Semua Penjuru!
PRANCIS tak punya alasan tampil bertahan menghadapi Spanyol.

Negara mana yang memandingi materi barisan penyerang Tim Ayam Jantan di Piala Dunia 2026. Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise adalah nama-nama pembunuh mematikan di kotak penalti lawan. Merekalah alasan di balik performa mengerikan Les Bleus sejauh ini.

Prancis jadi tim yang benar-benar paham cara memporak-porandakan sistem pertahanan lawan. Mereka menyerang dengan cepat, menyerang langsung ke jantung pertahanan lawan, dengan kemampuan transisi yang sulit diimbangi.

Rekor sangatlah mengesankan. Tim asuhan Didier Deschamps telah memenangkan keenam pertandingan, mencetak 16 gol dan hanya kebobolan dua gol. Tiga pertandingan babak knockout melawan Swedia, Paraguay, dan Maroko semuanya berakhir dengan Mike Maignan mencatatkan clean sheet! Menghadapi Spanyol dalam laga semifinal di Dallas Stadium, Rabu (15/7) dini hari WIB, akan menjadi bukti betapa dahsyatnya kekuatan mereka dalam melancarkan invasi tanpa henti di sepanjang laga.

"Kami harus tetap tenang dan menyikapi laga ini sama seperti pertandingan-pertandingan lainnya. Kami harus fokus dan menjalankan semuanya sesuai rencana," ujar Pelatih Didier Deschamps.

Kylian Mbappe tetap menjadi pilar utama serangan Les Bleus. Striker berusia 27 tahun ini telah mencetak delapan gol, memimpin daftar pencetak gol tim nasional Prancis di turnamen ini.

Hanya saja, Mbappe harus mengompres pergelangan kakinya dengan es setelah kemenangan 2-0 melawan Maroko. Belakangan diketahui,  kondisinya tidak terlalu serius dan peluangnya untuk bermain sebagai starter masih sangat tinggi.

Selain Mbappe, Dembele, Olise, dan  Doue menawarkan pendekatan yang beragam. Dembele dapat berganti posisi sayap, menusuk ke dalam, atau menciptakan peluang sendiri dengan dribbling cepatnya. Olise berperan sebagai penghubung, sementara Doue sering bergerak ke ruang di antara bek sayap dan bek tengah lawan.

Meski dianggap lebih unggul dari sisi materi pemain, Deschamps ogah pongah. Menurutnya, sepakbola bukan hanya soal teknis namun ada sisi psikologis yang terkadang berada di luar kendali.

“Kami mengenal Spanyol dengan baik; mereka adalah juara Eropa saat ini, dan kami juga pernah menghadapi mereka musim panas lalu di semifinal Liga Bangsa-Bangsa. Mereka menganggap kami sebagai favorit sebelum Piala Dunia, tetapi Spanyol-lah yang menjadi favorit,” kata dia.

Deschamps meminta para pemainnya untuk tetap tenang. Dia tak ingin, Mbappe dan kawan-kawan berpikir di luar sepak bola.

“Yang terpenting, ini adalah pertandingan semifinal pertama di Piala Dunia, dan levelnya memang sangat tinggi,” tandasnya.

Sementara itu Spanyol adalah anti-strategi dari Prancis. La Furia Roja masih dengan strategi penguasaan bola, melakukan pressing segera setelah kehilangan penguasaan bola, dan terus-menerus meregangkan struktur pertahanan lawan.

Spanyol memang tidak meraih kemenangan telak sebanyak Prancis, tetapi mereka memiliki sistem pertahanan yang secara statistik lebih solid. La Roja hanya kebobolan satu gol dalam enam pertandingan. Gol tunggal itu terjadi saat kemenangan 2-1 mereka atas Belgia di perempat final.

Kemampuan Rodri untuk mengontrol permainan adalah fondasi penting dalam sistem Spanyol. Ketika Rodri berkolaborasi dengan Pedri dan Dani Olmo, tim Luis de la Fuente dapat mengontrol lini tengah, mengalirkan bola ke sayap, dan kemudian tiba-tiba berakselerasi dengan Lamine Yamal atau Alex Baena.

Lamine Yamal terus menjadi ancaman besar bagi pertahanan Prancis. Pemain sayap ini sebelumnya mencetak gol melawan Les Bleus di semifinal EURO 2024, berkontribusi pada kemenangan Spanyol 2-1. Dribbling Yamal dari sayap kanan ke tengah dapat memaksa Lucas Digne dan Adrien Rabiot untuk terus memberikan dukungan defensif.

Yamal sendiri mengatakan timnya sama sekali tidak takut menghadapi Prancis.

"Ada dua kemungkinan: mereka mencapai final Piala Dunia ketiga secara beruntun, atau kami mengalahkan mereka untuk ketiga kalinya. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi kami sama sekali tidak takut," ujar Yamal, dikutip dari laman resmi FIFA, Sabtu.

La Furia Roja melangkah ke semifinal setelah mengalahkan Belgia dengan skor 2-1 berkat gol menit akhir Mikel Merino di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat (AS), Sabtu.

Itu adalah semifinal pertama Spanyol setelah mereka menjadi juara dunia 2010 di Afrika Selatan.

Soal mengapa Spanyol tak takut dengan Prancis, hal itu dikarenakan mereka memenangi dua pertemuan terakhir kontra Les Bleus, yakni kemenangan 2-1 pada semifinal Piala Eropa 2024 dan kemenangan dramatis 5-4 di babak final UEFA Nations League 2025.

"Saya sangat senang dengan kemenangan ini. Kami kembali ke semifinal. Memang itulah tujuan kami datang ke sini, memainkan pertandingan seperti ini dan memenangkannya. Sekarang waktunya beristirahat dan mulai memikirkan laga melawan Prancis,” kata bintang FC Barcelona itu. (bsf)

HEAD TO HEAD

06/06/25 Spanyol 5-4 Prancis

10/07/24 Spanyol 2-1 Prancis

11/10/21 Spanyol 1-2 Prancis

29/03/17 Prancis 0-2 Spanyol

05/09/14 Prancis 1-0 Spanyol

 5 LAGA TERAKHIR PRANCIS

10/07/26 Prancis 2-0 Maroko

05/07/26 Paraguay 0-1 Prancis

01/07/26 Prancis 3-0 Swedia

27/06/26 Norwegia 1-4 Prancis

23/06/26 Prancis 3-0 Irak

 5 LAGA TERAKHIR SPANYOL

11/07/26 Spanyol 2-1 Belgia

07/07/26 Portugal 0-1 Spanyol

03/07/26 Spanyol 3-0 Austria

27/06/26 Uruguay 0-1 Spanyol

21/06/26 Spanyol 4-0 Arab Saudi

 PRAKIRAAN PEMAIN

Prancis (4-2-3-1):

Maignan; Kounde, Upamecano, Saliba, Digne; Kone, Rabiot; Dembele, Olise, Doue; Mbappe

Pelatih: Didier Deschamps

 Spanyol (4-2-3-1):

Simon; Porro, Cubarsi, Laporte, Cucurella; Rodri, Fabian; Yamal, Olmo, Baena; Oyarzabal

Pelatih: Luis de la Fuente


Editor : Inilahkoran