Presiden Minta Peta Besar Program Pendidikan 2027, Menkeu: Arahan yang Sangat Penting
Menkeu Suahasil sebut Presiden Prabowo memberi arahan terkait peta besar program pendidikan gratis di tahun 2027.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pendidikan gratis sejak taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi negeri (PTN) saat ini tengah direncanakan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan untuk menyiapkan peta besar atau grand design pelaksanaan program pendidikan tahun 2027.
Hal ini dilakukan Presiden Prabowo Subianto dan Menkeu Suahasil menyusul rencana kebijakan sekolah gratis.
“Arahan dari Presiden adalah untuk membuat grand design, coba lihat lagi uang Rp824 triliun satu tahun, itu bukan uang yang kecil, bagaimana mendapatkan manfaat yang maksimal dari situ,” tutur Suahasil.
Suahasil menjelaskan pemerintah tengah meninjau kembali desain penggunaan anggaran pendidikan yang menerima alokasi anggaran sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Peninjauan ini dilakukan secara menyeluruh mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi.
Penilaian yang dilakukan termasuk menyoal angka partisipasi kasar (APK), angka partisipasi murni (APM), hingga pencapaian Indonesia dalam Program for International Student Assessment (PISA).
Evaluasi juga mencakup program seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, hingga Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
“Ini tentu Arah untuk melakukan tinjauan terhadap ini semua. Ini adalah Arah yang sangat penting dari Bapak Presiden kita,” jelasnya.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran menterinya untuk menyusun rencana dan kebutuhan anggaran sehingga pendidikan gratis dapat diberikan kepada anak-anak sejak mereka mengikuti program TK hingga PTN.
Arahan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Presiden Prabowo untuk memperluas akses pendidikan yang layak dan setara bagi seluruh anak Indonesia.***
Editor : Irma Nurfajri

