Prioritaskan Investasi Rebana dan Jabar Selatan
Jabar merupakan kontributor terbesar ketiga bagi perekonomian Indonesia. Investasi diyakini elemen penting dalam mendorong pemulihan ekonomi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Jabar merupakan kontributor terbesar ketiga bagi perekonomian Indonesia. Investasi diyakini elemen penting dalam mendorong pemulihan ekonomi.
Ke depan, investasi di Jabar akan digiring ke arah timur dan selatan. Terlebih, pemerintah pusat memberikan dukungan payung hukum sebagai landasan. Di perhelatan West Java Investment Summit (WJIS) 2021, Perpres 87 tahun 2021 diserahterimakan ke Pemprov Jabar, Kamis 21 Oktober 2021.
Secara eksplisit, Perpres itu mengatur terkait percepatan pembangunan kawasan Rebana dan Jabar Selatan. Aturan itu diterbitkan sebagai wujud dukungan penuh pemerintah pusat terhadap Jabar yang notabene provinsi penyangga ibu kota.
Baca Juga: WJIS 2021 Pecahkan Rekor Pencatatan Investasi Mencapai Rp717 Triliun
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan The Role of Investment in Indonesian Economy dengan menekankan pentingnya mendorong investasi daerah sebagai salah satu kunci utama untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. Pada jangka menengah-panjang, investasi diperlukan untuk kembali pada path reformasi struktural menuju Indonesia maju.
“Sebagai daya dukung investasi, otoritas perlu untuk terus memastikan kebijakan ekonomi yang prudent melalui bauran kebijakan (policy mix) dan pentingnya menjaga sinergi koordinasi kebijakan ekonomi nasional yang erat antara pemerintah, BI, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan berbagai instansi/lembaga,” kata Perry Warjiyo.
Sejalan dengan itu, Kepala BI Jabar Herawanto turut menekankan pentingnya pemerataan investasi antara bagian utara dan Jabar Selatan. Hal tersebut kudu dilakukan guna rangka mendorong resiliensi dan inklusivitas pertumbuhan ekonomi Jabar.
Baca Juga: WJIS 2021: Agro Jabar-Pindad Sepakat Kembangkan Teknologi Pertanian
Di kawasan utara, kata dia, potensi investasi Jabar terkait dengan proyek Segitiga Rebana yang relatif kompleks dan canggih yang dirancang untuk menjadi kawasan dengan beberapa smart city metropolitan. Di sana akan dibangun kawasan industri yang dikelilingi infrastruktur penting pendukung seperti Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, dan jalan tol.
“Di kawasan Jabar Selatan, investasi diarahkan pada berbagai proyek ekonomi hijau (green economy) yang terdiri dari proyek sektor pariwisata serta proyek sektor pertanian. Secara khusus, proyek-proyek tersebut diharapkan akan menjawab keprihatinan penting investor global tentang masalah green economy akibat perubahan iklim yang dialami secara global,” jelas Herawanto.
Menurutnya, pandemi yang tak terelakkan itu menimbulkan gangguan sosial dan ekonomi yang signifikan baik secara global, nasional maupun lokal. Terbatasnya mobilitas masyarakat praktis mengganggu tidak hanya kegiatan sosial masyarakat tetapi juga aktivitas ekonomi produktif.
Baca Juga: Jabar Optimalkan Sektor Investasi di Masa Pandemi di WJIS 2021
Dampak selanjutnya antara lain penurunan produktivitas dan pendapatan, penutupan industri dan pariwisata, peningkatan pengangguran, sehingga pertumbuhan ekonomi nasional dan Jabar terkontraksi selama 4 kuartal hingga triwulan I 2021.
Dengan strategi dynamic balancing yakni pendekatan yang berupaya menyeimbangkan antara penanganan kesehatan dan aktivitas ekonomi agar tetap berjalan secara terukur melalui berbagai kebijakan. Tak hanya itu, dengan dukungan kolaborasi antara seluruh komponen pentahelix berhasil mendorong perbaikan ekonomi Jabar secara bertahap dan kembali rebound tumbuh positif mulai triwulan II 2021.
Herawanto menuturkan, sumbangan investasi terhadap perekonomian Jabar mencapai 24,88% dari produk domestik regional bruto (PDRB) atau komponen kedua terbesar setelah konsumsi. Sejauh ini, Jabar menjadi destinasi investasi utama secara nasional baik investasi yang bersumber dari luar negeri (PMA) maupun domestik (PMDN).
Baca Juga: MUJ Teken Dua Kerjasama Strategis Dengan PGN dan BPKH di WJIS 2021
“Pada semester I 2021, realisasi investasi Jabar mencapai Rp72,5 triliun yang tercatat sebagai realisasi investasi tertinggi di Indonesia. Itu mencerminkan keunggulan dan daya saing investasi di Jabar,” ujar Herawanto.
Realisasi investasi di Jabar yang tetap tinggi di tengah pandemi didukung tiga hal. Yakni, infrastruktur pendukung yang memadai, sumber daya manusia yang lebih berkualitas, dan dukungan pemerintah daerah terhadap kemudahan berinvestasi seperti proses perizinan yang mudah dan promosi investasi yang berkelanjutan, serta dukungan pemerintah pusat seperti melalui berbagai proyek infrastruktur nasional di Jabar.***(dnr)
Editor : inilahkoran


