Produksi Mie Berformalin, Rumah di Margaasih Digerebek Polisi

Polisi menggebek sebuah rumah di Desa Rahayu Margaasih Kabupaten Bandung lantaranmemprouksi mie berformalin

Produksi Mie Berformalin, Rumah di Margaasih Digerebek Polisi
Sebuah rumah di Desa Rahayu Margaasih digerebek lantaran memproduksi mie berformalin.

 

INILAHKORAN, Soreang -  Sebuah rumah di Kampung Pangkalan RT 1 RW 7 Desa Rahayu Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung, digerebek Polisi. Rumah tersebut memproduksi mie berformalin dengan kandungan, soda api dan juga pewarna buatan.

Berdasarkan pantauan INILAHKORAN, rumah yang dijadikan tempat produksi mie berformalin tersebut telah dipasangi garis polisi. Di dalam bangunan berdinding GRC itu, terlihat tumpukan mie, jerigen berisi cairan kima formalin, soda api, pewarna buatan.

Tumpukan karung tepung sebagai bahan baku mie berformalin terlihat di dalam ruangan rumah yang berada di Desa Rahayu Margaasih Kabuaten Bandung itu berdampingan dengan satu unit mobil box.

Baca Juga: Saksi Ungkap Isi Ceramah Bahar bin Smith di Margaasih, Ternyata...

Di ruangan yang lain, terlihat beberapa orang anggota polisi tak berseragam dari Satnarkoba Polresta Bandung, tengah memintai keterangan dari beberapa orang pegawai dan menantu dari pemilik pabrik mie tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima dari petugas kepolisian, pabrik mie tersebut telah beroperasi sekitar 5 tahun. Rata-rata perhari produksinya 1 ton.

"Produksinya per hari mencapai 2 ton, yang punyanya orang Sumedang. Katanya sekarang sedang ke Jawa," kata salah seorang anggota polisi yang tak mau diseebutkan namanya dilokasi penggerebegan, Rabu 28 Juni 2022.

Sementara itu, warga sekitar mengaku tak begitu mengetahui aktivitas rumah yang difungsikan sebagai pabrik tersebut. Karena memang, aktivitas dan para pegawai di pabrik tersebut tertutup. Warga hanya sering melihat kendaraan barang keluar masuk setiap malam. Saat pegawainya ditanya, mereka hanya menyebutkan pabrik tersebut memproduksi pangsit.

Baca Juga: Produsen Mie Kari Laksa Asal Malaysia Bidik Pasar Mie Instan Indonesia

"Dulunya itu pabrik kerupuk, kemudian dikontrak mereka sih bilangnya pabrik pangsit. Sehari-harinya tertutup, kalau gerbang terbuka buru-buru ditutup lagi. Dan setiap malam ada mobil barang keluar masuk," kata Ade Ridwan warga sekitar.

Ade dan warga lainya merasa terkejut, ketika mengetahui pabrik yang katanya memproduksi pangsit itu tiba-tiba digereg polisi.

"Kaget kok tiba-tiba banyak polisi, dan tidak menyangka kalau tempat itu bikin mie berformalin," katanya.(Rd Dani R Nugraha).

 


Editor : inilahkoran