Produksi Tees Underwear Buatan Sukaresmi Berdayakan Warga Sekitar
KIM Sukaresmi Kecamatan Tanah Sareal berhasil mendorong usaha Tees Underwear yang saat ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal berhasil mendorong usaha Tees Underwear yang saat ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga Sukaresmi dan sekitarnya.
Produksi yang sudah berjalan selama 9 tahun itu sudah menyanggupi permintaan di luar Kota Bogor seperti wilayah Tangerang dan Subang.
Pemilik Tees Underwear Neneng menuturkan, kemajuan usahanya tak lepas dari doa warga Sukaresmi. Dia pun bisa membimbing warga yang membutuhkan pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan.
"Alhamdulillah, sedikit demi sedikit usaha saya bisa berkembang. Walaupun ibaratnya saya tidak seperti usaha orang-orang yang gede gitu. Karena saya masih kecil-kecilan. Bahkan sudah melewati fase jatuh bangun," ungkap Neneng kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).
Dia melanjutkan, awal dirinya membuka usaha hanya berdua dengan bantuan suami yang sudah memiliki keahlian dasar menjahit. Awalnya, bisnis dirintis dengan menerima order perorangan dengan mengambil bahan dari orang lain.
"Saya suka misahin kayak gini, dapat istilahnya minimal keuangannya Rp40.000 atau Rp60.000 buat cukup makan saja. Untuk suami saya, awalnya pengadaan bahan kain atau pengadaan bahan-bahan baku konveksi yang ada di Kebon Pedes. Tapi muncul ide untuk menggabungkan basic saya penjahit dan suami yang paham pengadaan bahan konveksi," tuturnya.
Neneng menjelaskan, daripada hanya menyediakan bahan baku dan seringkali dibohongi lebih baik produksi sendiri. Awalnya memotong bahan di Kebon Pedes dan dikerjakan sendiri pembuatannya.
"Daripada banyak orang-orang yang order bahan konveksi, tetapi malah tidak bayar, sering dibohongin orang, ngambil barang akhirnya tidak bayar. Akhirnya saya ikut motong di Kebon Pedes dan saya kerjain sendiri, saya punya mesin juga saya dapat pinjam," jelasnya.
"Kemudian saya diberikan dua mesin jagi oleh saudara suami yang konveksi juga. akhirnya dikasih mesin dua, saya punya mesin tiga akhirnya. Kalau buka produksi sih baru 9 tahun dan saat ini ada 20 karyawan yang bekerja," tambah Neneng.
Neneng membeberkan, terkait harga produknya dibanderol Rp35.000 per lusin untuk ukuran M. Harga tersebut jika produk dikirim ke Bogor Raya, Tangerang, dan Subang.
Merek Tees Underwear itu diakuinya merupakan singkatan dari Tangerang dan Sumatra. Sebab, Neneng merupakan warga Tangerang sedangkan suaminya asli Sumatra.
"Karena kami bukan satu wilayah gitu kan, jadi kami supaya kebawa semua. Alhamdulillah kalau kami hampir 15 tahun menjadi warga sini. Untuk usaha berjalan 9 tahun. Sehari kadang ya minimal 200 lusin untuk produksinya. Gaji pekerja kami beda-beda, tergantung skill. Jadi bentuknya tergantung target yang dicapai," bebernya seraya menyebutkan untuk pemesanan bisa menghubungi 081219322266.
Sementara itu, Wakil Ketua KIM Sukaresmi Iwan Kurniawan mengatakan usaha tersebut merupakan bentukpemberdayaan masyarakat sekitar dari usaha yang dibangun pasangan suami istri Argon-Neneng.
"Semoga usaha Bu Neneng semakin maju dan masyarakat sekitar bisa merasakan manfaat dengan terbukanya lapangan pekerjaan," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani
