Produsen Olahan Susu Cimory Diminta Sarmuji Kembangkan Keju Khas Indonesia
Produsen olahan susu nasional Cimory diharapkan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji bisa mengembangkan keju dengan cita rasa khas Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Produsen olahan susu nasional Cimory diharapkan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji bisa mengembangkan keju dengan cita rasa khas Indonesia.
Mengutip dari Antara, Cimory pun diminta mampu menciptakan produk turunan lainnya guna memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah produk olahan susu nasional.
“Kami hari ini berkunjung ke pabrik Cimory. Awalnya kita mengenal Cimory sebagai produsen yoghurt, tetapi sekarang sudah berkembang dengan berbagai diversifikasi produk. Tadi kami tantang Cimory untuk memproduksi lebih banyak produk turunan susu, seperti es krim dan keju khas Indonesia,” kata Sarmuji saat melakukan kunjungan kerja ke PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory) di Bogor, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, pengembangan keju dengan cita rasa yang sesuai dengan preferensi konsumen Indonesia memiliki peluang pasar yang besar. Inovasi tersebut diharapkan dapat memperkaya pilihan produk olahan susu sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
Untuk itu, dia menantang Cimory untuk merealisasikan inovasi produk tersebut dalam waktu satu tahun ke depan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong industri pengolahan susu semakin beragam dan mampu menangkap peluang pasar domestik.
Selain mendorong diversifikasi produk, Sarmuji menyoroti pentingnya peningkatan utilisasi industri nasional yang dinilai masih memiliki ruang untuk tumbuh.
Dia menjelaskan, pemanfaatan kapasitas produksi yang tersedia secara lebih optimal dapat meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional.
“Kalau kita bisa memaksimalkan utilisasi industri sampai 80–85 persen dengan kapasitas yang sudah ada, kontribusi sektor industri terhadap produk domestik bruto (PDB) tentu bisa meningkat lebih signifikan,” tuturnya.
Namun, peningkatan utilisasi industri perlu didukung ketersediaan bahan baku dalam jumlah memadai dengan harga kompetitif. Untuk itu, dia mengatakan Kementerian Perindustrian berkomitmen menjaga kelancaran pasokan bahan baku, termasuk memberikan kemudahan impor untuk kebutuhan produksi yang belum dapat dipenuhi dari dalam negeri.
“Kalau bahan bakunya tersendat, tidak tersedia dalam jumlah cukup dan harga yang kompetitif, tentu utilisasi industri akan rendah. Kami akan memastikan kebutuhan bahan baku industri tercukupi dengan baik. Sepanjang impor untuk kepentingan bahan baku, kita akan beri relaksasi atau kelonggaran,” katanya menegaskan.
Sarmuji mengapresiasi kontribusi Cimory dalam menyerap susu segar dari peternak lokal. Sepanjang 2025, perusahaan tersebut bermitra dengan 18.458 peternak sapi perah dan menyerap sekitar 26,42 juta liter susu segar dalam negeri.
Sementara itu, Direktur Manufacturing PT Cisarua Mountain Dairy Tbk Pamungkas Bayu Triprasetyo menyambut positif tantangan untuk memperluas diversifikasi produk olahan susu.
Menurutnya, inovasi merupakan bagian penting dari strategi pengembangan bisnis Cimory. Perusahaan akan mengkaji peluang produksi berbagai produk turunan susu yang berpotensi dikembangkan sesuai kebutuhan pasar Indonesia.
“Kami tidak akan bergerak hanya pada produk susu cair, tetapi juga akan meninjau berbagai produk turunan susu lainnya yang berpotensi dikembangkan di Indonesia,” ucapnya.
Terkait penggunaan bahan baku lokal, Pamungkas menjelaskan sekitar 20–30 persen kebutuhan bahan baku susu Cimory saat ini dipenuhi dari susu segar dalam negeri yang dipasok peternak di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Editor : Doni Ramdhani
