Prof Obi: Mahasiswa Jangan Mudah Terprovokasi
Rektor Universitas Widyatama Bandung Prof H Obsatar Sinaga mengaku prihatin dengan berita hoaks yang tersebar masif di tengah masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Rektor Universitas Widyatama Bandung Prof H Obsatar Sinaga mengaku prihatin dengan berita hoaks yang tersebar masif di tengah masyarakat. Belakangan ini Indonesia diguncang dengan isu yang menyebabkan Papua bergejolak.
“Kami sampaikan kepada mahasiswa bahwa isu Papua bukanlah isu murni konflik masyarakat Papua dengan non-masyarakat Papua, tapi isu-isu di mana ada banyak kepentingan yang terlibat di dalamnya dan memanfaatkan isu itu untuk memecah bangsa,” ucap Obi, sapaan akrab Obsatar Sinaga, Senin (9/9/2019).
Menurut Obi, kasus yang menimpa masyarakat Papua itu bukanlah kasus murni yang menyulut konflik bagi masyarakat Papua. Akan tetapi, konflik Papua itu sarat dengan kepentingan orang-orang yang menginginkan perpecahan antar-anak bangsa.
Pihaknya menekankan dan memberikan pemahaman kepada mahasiswa khususnya mahasiswa baru, bagaimana menjadi mahasiswa yang tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang sifatnya memecah belah bangsa.
Prof Obi akan mengundang narasumber dari Sandi Negara, BNN, dan Intelkam Polda Jabar untuk memberikan materi tentang itu terhadap mahasiswanya.
“Sebelum diresmikan menjadi mahasiswa baru, kami ajarkan bagaimana menangkis berita hoaks dan kami juga ajarkan bagaimana mereka cara memainkan medsos dengan baik," imbuhnya.
Menurut dia, isu hoaks berbahaya dan sangat mudah merasuki mahasiswa khususnya mahasiswa baru apabila tidak dibekali dengan ilmu pengetahuan.
Karena masih baru (mahasiswa baru) tentunya pengalamannya masih kurang, mereka pengetahuannya pun masih belum banyak sehingga kalau diprovokasi mungkin emosinya akan mendahului daripada pengetahuannya.
"Ini yang berbahaya. Sehingga untuk bisa membuat mereka tidak terprovokasi, kita harus jaga betul supaya jangan sampai mereka menjadi mainan dari isu hoaks di media sosial,” pungkasnya. (Okky Adiana)
Editor : suroprapanca

