Program Pelatihan Program Patriot Desa Angkatan Kedua Ditangguhkan
Untuk sementara waktu program pelatihan Patriot Desa angkatan kedua dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ditangguhkan. Hal itu menyusul surat edaran Gubernur Jabar Ridwan Kamil tentang penundaan sementara kegiatan tertentu di lingkungan Pemprov Jabar berkaitan dengan penanganan dan pencegahan penyebaran virus corona (covid-19).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Untuk sementara waktu program pelatihan Patriot Desa angkatan kedua dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ditangguhkan. Hal itu menyusul surat edaran Gubernur Jabar Ridwan Kamil tentang penundaan sementara kegiatan tertentu di lingkungan Pemprov Jabar berkaitan dengan penanganan dan pencegahan penyebaran virus corona (covid-19).
Program Patriot Desa ini digagas sebagai upaya pengembangan potensi desa. Di mana salah satu fungsinya akan mengoptimalkan program One Village One Company (OVOC). Tujuannya, memaksimalkan potensi dengan merintis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Para Patriot Desa sendiri dipilih melalui seleksi. Mereka harus bisa meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat, kehidupan sosial budaya, pengembangan partisipasi, dan keswadayaan masyarakat.
Pada edisi pertama di tahun 2019, setelah menyelesaikan pelatihan, sudah ada sebanyak 110 pemuda berusia antara 20-23 tahun diterjunkan ke 50 desa se-Jabar mulai dari Desa Mekarjaya di Kabupaten Bogor hingga Desa Bangbayang di Kabupaten Cirebon. Mereka dilepas langsung Ridwan Kamil di Gedung Sate.
Pada edisi kedua tahun ini, proses seleksi sudah berjalan pada 26 Februari hingga 9 Maret 2020. Jadwal pelatihan bagi para calon patriot desa Jawa Barat kedua ini rencananya akan dilaksanakan selama 16 hari, yakni tanggal 23 Maret hingga 7 Mei 2020. Namun, kediatan itu ditunda.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jabar, Dedi Sopandi mengatakan semua proses seleksi untuk program patriot desa edisi kedua sudah dirampungkan. Semua berjalan sebelum ada surat edaran dari Ridwan Kamil berkaitan dengan peningkatan kewaspadaan wabah virus corona.
“Cuman untuk pelatihannya kita patuh dengan edaran pak Gubernur. Kami tangguhkan dulu,” kata dia saat dihubungi, Senin (16/3/2020).
Dedi menyampaikan, pihaknya pun telah melakukan seleksi Patriot Desa dengan memperhatikan protokol kesehatan yang jelas sebelum ada surat edaran tersebut.
“Pada saat seleksi, dilakukan per sesi. Tiap sesinya atau per jam itu hanya 15 orang. tidak dalam jumlah banyak,” imbuhnya.
Berkenaan dengan surat edaran Gubernur, pihaknya sudah melakukan imbauan kepada kepala desa, kader posyandu, pendamping desa agar aktif melakukan sosialisasi tentang virus corona melalui data yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ini dilakukan untuk mengantisipasi beredarnya informasi tidak valid dan tidak jelas sumbernya yang bisa membuat kondusifitas masyarakat terganggu.
Disinggung mengenai kemungkinan pergeseran anggaran untuk membeli alat kesehatan di tiap desa, dia mengaku belum membahasnya.
“Hanya saja, di internal dinas, kita ada beberapa surat edaran, terutrama dalam rangka membeli alat pengukur suhu, antiseptik dan sejumlah keperluan tentang penganggunalangan virus corona ini,” katanya.
Lebih lanjut, Dedi menilai dengan penyebaran Virus Corona ini tentunya akan terjadi perlambatan terhadap kondisi ekonomi. Untuk menangani hal itu, ada beberapa kegiatan yang akan dimajukan agar tidak menunggu di akhir tahun. Termasuk bantuan modal untuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)
"Nah ini nanti Kita juga di bulan ini segera menurunkan bantuan permodalan untuk Badan usaha milik desa. Dalam rangka juga mendukung eknomi agar tidak terpengaruh dari isu isu tadi," pungkasnya. (riantonurdiansyah)
Editor : Bsafaat


