Disperindag: Jangan Berlebihan Membeli Sembako

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat mengimbau warga agar tidak berlebihan membeli sembako  pascapenghentian belajar-mengajar selama dua pekan guna mengantisipasi penyebaran virus Corona. Mengingat stok di pasar termasuk di gudang distributor untuk kebutuhan pokok masih aman.

Disperindag: Jangan Berlebihan Membeli Sembako
istimewa

INILAH, Bandung-Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat mengimbau warga agar tidak berlebihan membeli sembako  pascapenghentian belajar-mengajar selama dua pekan guna mengantisipasi penyebaran virus Corona. Mengingat stok di pasar termasuk di gudang distributor untuk kebutuhan pokok masih aman.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Moh.Arifin Soedjayana mengatakan imbauan ini dilakukan menyusul laporan dari Aprindo terjadi peningkatan belanja yang cukup tinggi terutama di jaringan Yogya Supermarket yang ada di Kota Bandung

“Jadi kemarin (Minggu) saya keluar sekitar jam 10 karena ada info dari teman di aprindo, khususnya jogja supermarket cukup didatangi oleh pembeli. Jadi kemarin kita turunkan empat tim, turun ke swalayan yang ada di Bandung Raya,” katanya usai peresmian Zona Integritas di Disperindag Jabar, Bandung, Senin (16/3/2020).

Menurutnya dia, terjadi peningkatan konsumen yang datang ke supermarket Yogya, yaitu dari 100 menjadi 300 konsumen. Pihaknya terus memantau peningkatan kedatangan konsumen tersebut guna memastikan kebutuhan apa saja yang dibeli.

“Yang banyak dibeli bahan pokok beras. Minyak, telur , gula, tapi kemarin saya sudah minta ke Aprindo manakala terjadi pembelian tidak wajar untuk dibatasi. Di beberapa gerai Yogya hanya tiga maksimal, misal minyak satu kilo satu kilo jadinya tiga kilo,” tuturnya.

Dari laporan tim, peningkatan belanja konsumen ini tidak terjadi di jaringan Borma, Hypermart, Superindo. Bahkan dari laporan kabupaten/kota, tidak ada kejadian serupa seperti di Kota Bandung. “Mau Bogor Depok, perbatasan dengan Jakarta aman, kemudian yang ke timur juga aman tidak ada lonjakan untuk yang pembelian barang,” ujarnya.

Sementara dari pantauan di pasar tradisional menurutnya dipastikan tidak ada pembelian dalam jumlah besar oleh konsumen. Karena itu pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak belanja berlebihan atau panic buying. 

“Tolong dalam membeli sembako, tidak berlebihan. Sesuai dengan kebutuhan saja, bahwa stok di pasar termasuk stok di gudang distributor untuk kebutuhan pokok masih aman. Jadi jangan berlebihan,” pungkasnya. (Riantonurdiansyah)


Editor : JakaPermana